Kendaraan-Patroli-Satlantas-Polres-Karimun-Terseruduk-Warung-Makan
Kendaraan patroli Satlantas Polres Karimun

Kundur News – KARIMUN – Satu unit watung makan milik warga Jelutung Kelurahan Darussalam Kecamatan Meral Barat diseruduk oleh mobil patroli milik Satlantas Polres Karimun, Kamis pagi (18/5), sekitar pukul 09.30 WIB.

Mobil patroli bernomor XXXI 1119-30 itu dikendarai oleh Bripda Rizki Wahyudi dan menabrak warung milik Fuad Priyadi. Menurut pemilik warung tersebut, ia kaget ketika mendengar suara benturan keras yang ternyata mobil patroli polisi yang menabrak warungnya.

BACA :  Pemkab Karimun Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila

Sedangkan kendaraan yang dikemudikan oleh Bripda Rizki Wahyudi itu melaju dari arah Jelurung meuju GOR namun begitu sampai di tikungan Masjid Darussalam ternyata mesin mobil mati dan rem tidak normal, bahkan setir pun tidak dapat dikendalikan, sehingga menyerempet pohon dan menyeruduk warung warga.

“Biasanya istri saya jualan makanan ringan pada warung disebelah rumah ini dan beruntung saat kejadian memang belum dibuka. Sehingga tidak ada korban jiwa,” kata Fuad.

BACA :  Jabatan Kasat di Polres Karimun Bergeser

Menurutnya, pihak kepolisian dari Satlantas Polres Karimun sudah menemuinya dan berjanji akan mengganti kerugian yang ditimbulkan akibat peristiwa kecelakaan tersebut. Sedangkan jumlah kerugian menurutnya ditaksir sekitar Rp5 juta.

Sedangkan warung tersebut kata Fuad hanyalah sebagai wampingan menambah biaya hidup, karena pendapatannya sehari-hari hanyalah buruh harian lepas. Sehingga ketika terjadi kerusakan pada warungnya maka Fuad berharap agar segera dilakukan perbaikan.

Kasat Lantas Polres Karimun AKP Tengku Fazrial Kennedy kepada wartawan mengatakan, sebelum peristiwa kecelakaan itu, Bripda Rizky Wahyudi ditugaskan melakukan survei lokasi untuk Operasi Patuh Seligi 2017.

BACA :  Kerap Kumpul Kebo, 32 Penghuni Kos-Kosan di Razia

Saat melintas di Jelurung pun kendaraan yang dikemudikan tidak dalam kecepatan tinggi dan hanya berkisar antara 20 sampai 40 kilometer per jam.

“Antara gear tiga dan empat itu memang tinggi persnelingnya, sehingga kadang-kadang mesinnya bisa mati,” kata Kenedy.

Ia pun berjanji untuk mengganti semua kerugian yang terjadi.*