Sholat Idul Adha 1439 H, di lapangan Pemuda Gelora Tanjungbatu Kundur, (22/08/18).
Sholat Idul Adha 1439 H, di lapangan Pemuda Gelora Tanjungbatu Kundur, (22/08/18).

Tanjungbatu – Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun mengajak masyarakat kepri untuk memaknai ibadah kurban sebagai motivasi diri serta mengaktualisasikannya didalam membangun Provinsi Kepri kedepan. Hal itu disampaikan Nurdin pada Khutbah Ied pertama kalinya di Tanjungbatu dihadapan jemaah sholat Idul Adha, 10 dzulhijjah 1439 H, di lapangan Pemuda Gelora Tanjungbatu, Rabu, (22/08/18).

“Pengorbanan yang tinggi yang dapat kita teladani serta kita aktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari secara bersama untuk membanguan Provinsi Kepulauan Riau kedepan. Dengan berkorban secara Ikhlas, Insyaallah Allah akan cucurkan rahmat,”ucap Nurdin.

Nurdin Basirun, kata dia dalam khutbah, mengajak kita untuk meneladani sikap Nabi Ibrahim AS. Karena dari pengalaman Ibrahim yang penuh dengan cobaan, pengorbanan, ketabahan serta keikhlasan, sehingga dapat dijadikan suri tauladan dalam pembangunan.

“Yang pertama, keimanan. Suatu ketika Ibrahim bertanya-tanya, ‘siapakah tuhan yang sesungguhnya’, dan ketika itu ia terus mencari kebenarannya, serta membantah dengan keras terhadap penyembahan berhala-berhala. Berhala-berhala pada saat itu, sudah berubah pada saat ini, yaitu sifat keduniaan, harta, kemewahan yang merupakan berhala jaman modern,” ucapnya.

Khatib membacakan surat surat alqur’an kisah Nabi Ibrahim AS, Al An’am: 74-83

“Hingga akhirnya, Ibrahim AS mengatakan, ‘Aku bukan orang-orang yang menyembah berhala yang termasuk orang yang menyekutukan tuhan. Tuhan aku adalah, yang menciptakan langit dan bumi’,”.

“Dalam Alqur’an perintah beriman serta beramal sholeh merupakan bentuk akhlak mulia. Ciri-ciri orang yang beriman seperti dalam Alquran yaitu selalu beramal sholeh, orang yang sering memberi, yang tidak hanya sholat tetapi juga selalu untuk bekerja keras.

“Karena dengan bekerja akan berperan penting dalam kehidupan. Orang  Islam harus bekerja keras, harus kuat, serta dapat membangun keberadaban bangsa dan Negara”, kata khotib.*