Konpensasi Nelayan dari Kapal Isap Produksi (KIP) Timah, Karimun Sudah Diserahkan, Oknum Dinas Kelautan dan Perikanan diharapkan Jangan ‘Sunat’

Konpensasi Nelayan dari Kapal Isap Produksi Timah, tidak merata dibagikan, harapan nelayan untuk tidak ada pemotongan

Kundur News – TANJUNGBATU. Sebagian masyarakat nelayan Kepulauan Kundur, Karimun, Kepri, sedikit bernafas lega, pasalnya pihak Perusahaan Penambangan Timah melalui Kapal Isap Produksi (KIP) Timah yang diketahui milik dari PT Karimun Mining Mandiri, Kemarin, (07/02) telah menyalurkan dana konpensasi kepada nelayan-nelayan di dua Kecamatan, Kecamatan Kundur dan Kecamatan Ungar.

Tapi sayang, tidak semua masyarakat nelayan di dua Kecamatan itu menerima konpensasi tersebut. Tidak diketahui secara pasti penyebab tidak meratanya pembagian konpensasi Kapal ‘Sedot’ Pasir Timah itu sehinga masih menuai berbagai kekecewaan dan kecaman.

Menurut  pengakuan Darwis, warga asli Paya Togok Kecamatan Kundur, Karimun_Kepri, saat di tanya besarnya konpensasi, dirinya malah merasa kaget, karena selama ini memang ia tidak pernah sepeserpun mendapat segala konpensasi, apalagi konpensasi dari Kapal Isap Timah.

Padahal menurutnya, Ia dan keluarganya hidup sebagai nelayan sudah turun temurun. Berbekal seutas dua jaring, sehariannya menjaring ikan ke wilayah Teluk Nangka, Beting Pulau Burung, Danai, dan Tanjung Ungka. Karena wilayah Kepulauan Kundur di anggapnya sudah ‘pupus’ dengan hasil tangkapan.

“Tidak ada, Saya tidak pernah mendapat bantuan konpensasi, konpensasi dari mana?, dari siapa pun juga saya tidak pernah dapat”. “Padahal saya kerja menjaring ikan ini sudah dari zaman dulu lagi”. Ujar Darwis.

Menurut Rudi, nelayan dari Kecamatan Kundur mengakui telah menerima konpensasi sebesar Rp.175,000,-

“Saya sudah terima, Rp.175,000,- , kalau bulan dulu Rp.200.000,- sekarang ada pemotongan uang administrasi”. Ujar Rudi.

BACA :Masyarakat Nelayan Resah, Kapal Isap Produksi Timah, Marak Beroperasi di Laut Kundur

Dari sumber nelayan lainnya, malah mengakui hanya menerima Rp.100,000,- per nelayan, untuk semua kelompoknya, saat ditanya, ia malah menyarankan awak media menanyakan langsung ke Dinas Perikanan, yang berkantor di Tanjungbatu.

Melalui selurer, Ia juga berharap pembagian konpensasi yang tidak merata, untuk dapat segera dilakukan pemerataan, dan mereka yang tidak pernah menerimanya sama sekali, untuk dapat segera diberlakukan secara adil.

kepada oknum Dinas_Kelautan_dan_Perikanan, diharapkannya juga untuk tidak tebang pilih, karena disaat ekonomi saat ini yang memang lagi sangat sulit, pemotongan hak-haknya para nelayan, walau jumlahnya hanya sedikit, tapi bagi mereka sangatlah berarti.

Sampai berita ini di posting, Pengurus konpensasi di Dinas Terkait saat di hubungi tidak mengaktifkan selurer, begitu juga dengan koordinator nelayan, Bujang Lubuk tidak bersedia menerima telpon dan di SMS juga tidak menjawab.*