Masyarakat Sawang cegat Kapal Isap Produksi (KIP) Timah yang baru, di Perairan laut Sawang

Kundur News – TAANJUNGBATU. Sebanyak Lebih Kurang 20 orang yang mewakili masyarakat sawang turun kelaut menggunakan kapal laut jenis pompong menuju KIP timah yang baru saja beroperasi di perairan laut sawang pada (12-04-15).

Ke 20 orang yang mengatasnamakan masyarakat sawang tersebut berhasil membawa seorang Kapten kapal berkewarganegaraan Thailand dan seorang ABK warga Negara Indonesia untuk di bawa ke Mapolsek Kundur Utara Barat, di urung.

Menurut salah seorang warga mengatakan, Kapal Isap Timah yang beroperasi di laut sawang, adalah kapal baru yang belum mereka kenal, selain baru, kapal tersebut adalah milik swasta dan bukan milik dari PT Timah. Turut hadir dalam upaya negosiasi tersebut, Syahrial, Lurah Sawang kota dan tentunya Kapolsek Kundur Utara Barat, AKP. Bob Efrizal.

Belum diketahui pasti hasil dari perundingan antara masyarakat sawang dengan pihak kapal sampai dengan hari ini. Sudah pasti hal tersebut menjadi tanda tanya besar kepada masyarakat Kundur Lainnya khususnya masyarakat wilayah Kundur Barat. Kapolsek Kundur Utara Barat melarang keras upaya negosiasi ini diliput oleh wartawan. Menurutnya ini adalah pertemuan internal antara sekelompok pemuda yang turun ke KIP dengan pihak perusahaan penambangan.

Aneh !. walau permasalahan sudah di markas polisi sektor Kundur Utara Barat, Bob malah ngotot tidak ingin memberitahukan nama Kapten Kapal dan Nama Kapal Isap Produksi Timah tersebut kepada wartawan.

Menurut sumber dari masyarakat sawang lainnya mengatakan, KIP yang beroperasi di perairan sawang adalah Kapal Isap milik Swasta !. dan bukan dari mitra Timah. Itulah sebabnya masyarakat membawa Kapten Kapal dan seorang ABK kapal tersebut, untuk di bawa ke Polsek Kundur Utara Barat. Menurutnya Kapal Isap Produksi (KIP) mitra timah, selama ini sudh memberikan konpensasi kepada masyarakat. Sedangkan KIP swasta, masih menjadi tanda Tanya. Mereka khawatir KIP yang beroperasi adalah KIP milik Swasta yang mengatasnamakan KIP Mitra Timah. Bob Efrisal, selaku Kapolsek Kundur Utara Barat dengan cara ngotot kepada wartawan menyebutkan bahwa .”KIP tersebut adalah milik Mitra Timah ! bukan Milik Swasta !”. Tegas Bob kepada awak media.

Namun heran, ketika ditanya nama Kapten Kapal dan nama kapal KIP dimaksud, Bob malah berkilah menjawabnya dengan berulang kali mengatakan bahwa KIP dimaksud milik mitra Timah.

 

Para petinggi PT Timah saat ini enggan menjawab pertanyaan wartawan terkait kepemilikan mitra KIP nya di wilayah Kundur. padahal memang jika benar kapal yang beroperasi di laut sawang, adalah miliknya, sudah pasti dengan senang ia mengakuinya.

Berikut data konpensasi PT Timah yang di terima masyarakat sawang melalui kelurahan Sawang kota dan Desa desa di wilayah Kundur barat melalui biaya ampas timah, ataupun limbah besi.

Sawang Kota mendapat 20 Juta Perbulan. Atau sebesar Rp.20,000,- per KK

Nelayan Sawang mendapat 40 Juta Perbulan

Desa Sawang Selatan mendapat 8,5 Juta Perbulan

Desa Kundur mendapat 25 Juta Perbulan

Desa Sawang Laut mendapat 10 Juta Perbulan

Desa Gemuruh mendapat 8 Juta perbulan

Saat berita ini di layout, keberadaan KIP timah saat ini, sudah beredar di perairan pantai  sawang buat sementara waktu.*