Mengelilingi lebih dari 100 negara Obor Perdamaian 2017 Hari ini di Lepas

Kundur News – Denpasar. Secara resmi obor perdamaian 2017 dilepas dari Bali untuk dibawa dengan berlari secara estafet berkeliling dunia mengunjungi lebih dari 100 negara.

Pelepasan obor perdamaian ditandai dengan penyerahan obor perdamaian dari Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta kepada peserta Sri Chinmoy Oneness-Home Peace Run yang ke 30 di Lapangan Timur Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Renon, Denpasar, Selasa (31/1).

Direktur Eksekutif Sri Chinmoy Oneness-Home Peace Run Salil Wilson mengatakan Indonesia menjadi salah satu negara pertama yang dikunjungi peserta lari estafet pada tahun 2017 ini. Selanjutnya obor perdamaian akan diarak keliling dunia untuk menyuarakan perdamaian.

Wilson menambahkan pendiri Oneness-Home Peace Run, Sri Chinmoy memuji Bali sebagai tempat terbaik yang pernah dikunjunginya. Bali dinilai memiliki ketulusan, kesederhanaan, kesucian, kerendahan hati dan kedamaian. “Kami ingin memberikan penghormatan kepada pemimpin dan masyarakat Bali karena telah menjadi penjaga, pelayan dan pelindung sesuatu yang kami rasakan sebagai surga dunia,” kata Wilson.

BACA :  Keterlibatan PRAMUKA didalam Penanggulangan Bencana

Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta menyambut baik penyelenggaraan Sri Chinmoy Oneness Home Peace Run 2017 di Bali untuk kesekian kalinya. Ia berharap kegiatan ini bisa menjadi bagian rutin kalender acara di Bali dari tahun ke tahun. “Saya berharap Sri Chinmoy Oneness-Home Peace Run dapat memberikan manfaat positif bagi masyarakat Bali pada umumnya, serta turut berpartisipasi dalam memperkenalkan Bali dan Indonesia di mata dunia,” ujar Sudikerta.

Sri Chinmoy Oneness-Home Peace Run merupakan kegiatan lari estafet dengan membawa obor sebagai simbol aspirasi kedamaian bagi umat manusia, dengan tujuan untuk menumbuh kembangkan semangat perdamaian, keharmonisan, kesatuan serta mempererat hubungan persahabatan secara internasional.

Tampak berbagai peserta dari berbagai negara mengikuti perhelatan ini di Bali, baik itu dari benua Eropa, Asia, Australia, Amerika dan Afrika yang jumlahnya lebih dari 30 negara peserta.*

BACA :  Pemprov Bali Bentuk Komunitas Peduli Kebutaan