Home Kepri Anambas

Pelepasan tukik (anak penyu) di Desa di Pulau Durai, Kepulauan Anambas

Pelepasan tukik_anak penyu_ di Pulau Durai, Kecamatan Palmatak, Kabupaten Kepulauan Anambas
Pelepasan tukik_anak penyu_ di Pulau Durai, Kecamatan Palmatak, Kabupaten Kepulauan Anambas

Kundur News.

Anambas. Tim Bhakti lingkungan yang terdiri dari Pemuda Pancasila, Pemuda Muhammadiyah dan Koramil 02 Tarempa mengunjungi kawasan pantai konservasi penyu, Pulau Durai, Kepulauan  Anambas, Kepulauan Riau (21/5).  Dalam kunjungan yang diketuai oleh Danramil 02, Kapten Syamsuarno tersebut, mereka  melakukan kegiatan  bersih-bersih pantai dan pelepasan tukik (anak penyu) di pantai Pulau Durai, Anambas.  Mengingat penyu di kawasan tersebut sudah hampir punah.

Ketua Pemuda Pancasila, Arpandi mengatakan bahwa pulau Durai merupakan salah satu gugusan pulau yang terletak di Kecamatan Palmatak Kabupaten Kepulauan Anambas yang menjadi Destinasi Wisata berbasis Konservasi Penyu.

“Penyu Hijau yang kita ketahui telah menjadi hewan langka yang sudah hampir punah, di Kepulauan Anambas ada beberapa pulau lain yang juga disinggahi oleh Penyu untuk bertelur diantaranya, Pulau Pahat, Pantai Tanjung dll.  kegiatan Bakti Lingkungan yang kita lakukan saat ini adalah untuk turut memberikan perhatian dan dukungan kepada Pemerintah Daerah dalam mensosialisasikan pentingnya kegiatan Konservasi Penyu”. Ujar Arpandi.

Sesuai dengan Surat Edaran Bupati Kepulauan Anambas, nomor : 09/Kdh.KKA/042/04.16, teranggal 16 Mei 2016  tentang Pelarangan Pengambilan dan Perdagangan Penyu, Telur dan Bagian Tubuh dan/atau Produk Turunannya.

“Kami MPC Pemuda Pancasila Kepulauan Anambas siap membantu mensosialisasikan dan mengawasi pelaksanaan surat edaran tersebut”, tambah Arpandi.

Disamping itu, Arpandi juga meminta agar Pemerintah dapat memberdayakan kawasan-kawasan konservasi tersebut sebagai objek wisata.

“Kami juga berharap Pemerintah dan Pemerintah Daerah bisa menjadikan Pulau-Pulau yang merupakan kawasan konservasi Penyu di Kabupaten Kepulauan Anambas bisa dijadikan Model Wisata berbasis Konservasi Penyu supaya bisa menarik Wisatawan Domestik maupun Manca Negara untuk bisa datang ke Kepulauan Anambas dan bisa mendongkrak Pendapatan Daerah”,  Kata Arpandi Menambahkan.

Untuk melaksanakan kegiatan tersebut, rombongan harus menyeberangi lautan selama hampir 2 jam, dengan tinggi  gelombang laut mencapai hingga 2 meter lebih.*

==========================