penyebab_kurangnya_kualitas_layanan_kesehatan_pada_puskesmas_tanjungbatu

Kundur News – Tanjungbatu – Kekecewaan yang dialami para pasien-pasien SKTM, JAMKESDA, JAMKESMAS dan Sejenisnya pada Puskesmas Tanjungbatu secara umum, selain sikap buruk yang ditampilkan oknum petugas pelayanan, kurangnya tenaga Dokter juga menjadi pemicu kecewanya masyarakat yang pernah berobat di Puskesmas baru tersebut.

Kepala Puskesmas Tanjungbatu, H Sumiran saat dikonfirmasi pada Sabtu (18/03) di kantornya, membantah lemahnya qualitas layanan kesehatan pada bawahannya itu, ia mengklaim kurangnya layanan kesehatan diakibatkan karena kurangnya tenaga Dokter yang seharusnya dimiliki sebanyak 8 tenaga dokter, yang saat ini hanya 5 Dokter.

“Pokoknya dibawah kepemimpinan saya tidak ada yang mengecewakan”. “karena saya ini orangnya tegas”. Tegas Sumiran.

“Saat ini kita hanya kekurangan 3 tenaga Dokter, karena saat ini di Puskesmas kita hanya memiliki 5 orang Dokter, yang seharusnya 8”. Kate Sumiran.

Pimpinan Puskesmas yang menuding wartawan sebagai penulis tidak professional ini juga menambahkan, dalam waktu tidak beberapa lama lagi Puskesmas baru itu akan segera memiliki alat rontgent yang baru. “Jadi kita nanti akan ada alat rontgent yang baru, bukan yang seken, jadi tidak ada lagi keluhan filemnya tidak ada, dan sebagainya”. Ujar Sumiran konon seorang wartawan profesional itu.

BACA: Kekecewaan dan Pernyataan_Tegas Kepala Puskesmas_Tanjungbatu

Sedangkan pada redaksi Kundur News, dimasa kepemimpinannya sedikitnya ada 26 masyarakat yang mengeluh atas kekecewan yang pernah mereka alami. Mayoritas dari keluhannya yakni oknum tenaga perawat yang baru yang mereka nilai angkuh, suka membentak, ketus, serta sikap yang sombong dengan cara membanting pintu, mencampakan obat, prosedur yang berbelit-belit dan lain sebagainya. Namun sayangnya kesemuanya itu dibantah tegas oleh Pimpinannya, bahkan mereka mengklaim sudah memberikan pelayanan terbaik.

Semoga saja kita terhindar dari sikap yang demikian, dan selalu menyadari atas segala kekurangan pada diri kita, selalu saling memaaf jika ada kesilafan, jika seorang muslim jadilah manusia yang tawadhu’.*