Rindi Apriadi, Presiden Mahasiswa UMRAH
Rindi Apriadi, Presiden Mahasiswa UMRAH

Tanjungpinang – BEM UMRAH, yang terdiri dari Presiden mahasiswa dan beberapa Kementerian yang tergabung di dalam kabinet ASA MARITIM BEM KM, yakni, salah satunya Kementerian aksi propaganda Heri Kurniawan, Mentri sekertaris negara Pardomuan Sitomorang, Mentri kajian strategis Wan Reza Fahlevi, Mendatangi Kantor DPRD Kota Tanjungpinang untuk Audensi terkait kekecewaannya terkait permasalahan yang ada di Pemerintahan Kota Tanjungpinang, Kamis, (24/10/2018).

“Kami kecewa karena kami mau menyampaikan sikap dan pandangan tapi sudah dua kali kami mengirimkan surat audensi tapi kami tetap di tolak,” ungkap Presiden Mahasiswa UMRAH Rindi Apriadi.

BACA :  Aksi Unjuk Rasa Di Kepri: Mahasiswa Di Hajar, Wartawan Di Geledah

“Kami sangat merasa heran mengapa kami di tolak padahal kami datang dengan baik-baik dan kami mengirimkan surat sudah jauh-jauh hari sebelum datang,” tambahnya.

Adapun audensi tersebut berupa tuntutan dan pernyataan sikap:

  1. Kami memiminta dan mendesak DPRD Kota Tanjungpinang menjalankan hak, tugas dan wewenangnya terhadap Pemerintah Kota Tanjungpinang yang hari ini ditemukan banyak masalah.
  1. Meminta DPRD Kota Tanjungpinang menyampaikan kepada Polres Kota Tanjungpinang untuk kembali mengusut dan menghukum sesuai dengan Hukum yang berlaku di Indonesia kepada Kadis Pendidikan Kota Tanjungpinang Pelaku Pencabulan.
  1. Meminta DPRD Kota Tanjungpinang menyampaikan Kejati KEPRI agar segera menghukum Kadis Pendidikan Kota Tanjungpinang Tersangka tindak Pidana Korupsi pembangunan MAN Bintan Timur.
  1. Meminta DPRD Kota Tanjungpinang menyampaikan mengusulkan pemberhentian Wali Kota Tanjungpinang jika di temukan Fakta bahwa secara sengaja melakukan pelangaran Hukum Nepotisme karena telah mengangkat Kepala Dinas yang bermasalah.
BACA :  Saat Ini, Diskusi Mahasiswa Juga Harus Di Jaga Aparat Kepolisian ?

“Ini baru satu masalah, dan masih banyak masalah lain yang selama satu tahun kepemimpinan Wali Kota Tanjungpinang yang mau kami sampaikan, tapi kami di tolak dua kali. Kami pegang teguh Sumpah Mahasiswa dan Kami menolak diam atas masalah masalah ini,” tukas Rindi.*