KARIMUN – Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, survey yang akan dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) 2018 harus lebih akurat. Karena akan memberikan data kepada pemerintah pusat nantinya yang menjadi cerminan satu daerah.

“Survey ini sangat penting, karena nanti akan membantu pemerintah dalam menentukan arah kebijakan. Untuk itu, dari survey yang dilakukan BPS saya berharap agar nantinya menjadi pembuktian bahwa isu Kabupaten Karimun merupakan daerah tertinggal nanti akan terbantahkan,” kata Rafiq dalam membuka kegiatan Koordinasi dan Sosialisasi Survey Disagregasi PMTB 2018 di Hotel Aston, yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Tanjungbalai Karimun, Selasa (24/4).

Rafiq meminta kepada para petugas diminta untuk tidak hanya mengejar target, tapi harus melakukan kroscek atau perbaikan terlebih dahulu sebelum menyerahkan data yang didapat kepada pusat. Tujuannya adalah agar data benar-benar akurat.

Adapun tujuan dari survey yang akan BPS adalah membantu pemerintah dalam meningtkan iklim investasi. Sehingga rencana survey itu akan digelar selama dua bulan atau mulai 1 Mei mendatang hingga 30 Juni. Dengan melibatkan sembilan petugas dan menargetkan 122 sasaran atau sampel survey.(*)