Tekan Kanker, YKI Bali Implementasikan Program PKTP

    Program PKPT tidak hanya bagi orang dewasa melainkan juga untuk anak–anak sekolah, dengan harapan anak memiliki pemahaman tentang kanker sejak dini.

    Kundur News – Denpasar – Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Bali berkomitmen untuk mengimplementasikan program PKTP (Penanggulangan Kanker Terpadu Paripurna), dalam upaya menekan penyakit kanker di Bali. Implementasi program PKPT juga ditargetkan berlangsung secara berkelanjutan. Target tersebut disampaikan Ketua Yayasan Kanker Indonesia Cabang Bali Ny. Ayu Pastika pada acara Penilaian Pelaksana Terbaik Kegiatan PKTP YKI Cabang se-Bali Tahun 2017 yang pelaksanaannya berpusat di SD Negeri 2 Lembongan, Nusa Lembongan, Klungkung, Jumat (20/10).

    Ayu Pastika memaparkan bahwa menurut data WHO, 90-95 % kejadian penyakit kanker akibat pengaruh pola hidup. Jika dirinci 30-35% akibat faktor makanan, 20-30% oleh tembakau/rokok, 15-20% berhubungan dengan penyakit infeksi, 10-20% karena kegemukan atau kurang olah raga dan 4-6% karena konsumsi alcohol dan hanya 5-10% yang berhubungan dengan genetik/keturunan. “Kanker ini sebagian besar disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat dari keseharian kita” papar Ayu Pastika.

    Menurut Ayu Pastika, melihat bahwa dominannya pola hidup dalam mempengaruhi penyebab kanker, maka sebenarnya penyakit kanker tersebut dapat dicegah. Salah satunya dengan cara meningkatkan pemahaman masyarakat tentang arti pentingnya untuk berpola hidup sehat.

    Selain permasalahan tersebut, meningkatnya kasus penderita kanker yang tidak bisa disembuhkan di sebabkan karena hampir 70% pasien kanker datang dalam kondisi terlambat sehingga susah atau bahkan tidak bisa disembuhkan. Hal tersebut terjadi dikarenakan pemahaman masyarakat tentang kanker juga masih sangat minim. Pada sisi lain, biaya yang sangat mahal dan juga adanya hambatan secara psikologis yaitu takut untuk memeriksakan diri.

    Ayu Pastika menjelaskan program PKTP tidak hanya menyasar masyarakat dewasa melainkan juga menyasar kepada anak – anak sekolah. Dengan harapan anak sekolah memiliki pemahaman tentang kanker sejak dini, sehingga mampu menjadi agen perubahan dari yang terkecil yakni keluarga dan kemuadian terjun ke masyarakat.*