ENOK – Sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Serda Niko Arisandi, Anggota Koramil 02/Tanah Merah. Babinsa Desa Pengalihan, ikut serta dalam kegiatan panen jagung tahap I yang diselenggarakan di Desa Pengalihan, Kecamatan Enok. Kegiatan yang berlangsung di lahan pertanian warga ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat dan berbagai pihak yang terlibat.
Acara panen jagung tahap pertama ini tidak hanya menjadi momen penting bagi para petani setempat, tetapi juga sebagai simbol keberhasilan upaya bersama dalam meningkatkan hasil pertanian dan ketahanan pangan. Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat setempat, di antaranya Kepala Desa Pengalihan, Buhari, Pendamping Desa H. Sairin, serta Babinkatibmas Pengalihan, Bripka Aan Wahyud.
Selain itu, turut hadir pula Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang diwakili oleh Bedu, Kepala Dusun Gembilang Jaya Herman, dan Bundes Desa Pengalihan, Tia, yang semuanya memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Keberadaan aparat desa serta masyarakat yang terlibat menunjukkan kesolidan dalam mendukung sektor pertanian yang menjadi salah satu pilar utama ketahanan pangan di desa tersebut.
Kegiatan panen jagung ini juga menonjolkan pentingnya kolaborasi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat. Serda Niko Arisandi, yang hadir dalam kapasitasnya sebagai Babinsa, mengatakan bahwa kegiatan seperti ini merupakan bentuk nyata dukungan TNI terhadap ketahanan pangan di wilayah pedesaan. “Kami sebagai Babinsa, bekerja sama dengan pemerintah desa dan masyarakat, memiliki peran penting dalam mendorong kemandirian pangan di desa-desa. Ini adalah langkah konkret yang harus terus dilakukan,” ujar Niko Arisandi.
Menurut Serda Niko, kegiatan panen jagung ini juga menjadi contoh dari sinergi antara pihak keamanan dan pemerintah desa dalam mendorong pertumbuhan sektor pertanian. “TNI tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam mendukung program-program yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, salah satunya melalui ketahanan pangan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Pengalihan, Buhari, menyampaikan bahwa hasil panen jagung tahap I ini merupakan langkah awal yang sangat menggembirakan. “Kami sangat bersyukur atas hasil panen ini. Tidak hanya meningkatkan ekonomi keluarga petani, tetapi juga memberi dampak positif terhadap ketahanan pangan di desa kami,” ujarnya. Namun, ia juga mengakui bahwa tantangan di sektor pertanian masih besar, terutama terkait dengan cuaca yang tidak menentu dan harga jual komoditas yang fluktuatif.
Buhari menambahkan bahwa dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk TNI dan pemerintah, harapannya sektor pertanian di Desa Pengalihan bisa terus berkembang. “Kami berharap ke depan bisa melakukan pengembangan lebih lanjut, seperti peningkatan sistem irigasi, pemanfaatan teknologi pertanian, dan pemasaran yang lebih luas untuk hasil panen kami,” tuturnya.
Kegiatan ini juga menggugah kesadaran tentang pentingnya ketahanan pangan sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan. Dengan melihat antusiasme masyarakat dalam menyambut panen jagung, semakin terlihat jelas bahwa ketahanan pangan bukan hanya sekedar produksi makanan, tetapi juga merupakan bagian dari upaya menciptakan kemandirian ekonomi desa.
Pendamping Desa, H. Sairin, menambahkan bahwa selain peningkatan hasil pertanian, masyarakat juga perlu diberikan edukasi dan pelatihan dalam hal pemanfaatan teknologi tepat guna di sektor pertanian. “Ini adalah bagian dari program pendampingan yang harus terus dilakukan. Dengan pengetahuan yang tepat, masyarakat bisa lebih efisien dalam mengelola hasil pertanian mereka,” ungkap H. Sairin.
Masyarakat Desa Pengalihan berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut dan berkembang, tidak hanya untuk jagung, tetapi juga untuk komoditas lainnya. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, TNI, dan masyarakat, diharapkan ketahanan pangan di Kabupaten Inhil dapat terjaga dengan baik.
Kegiatan panen jagung tahap I di Desa Pengalihan ini tidak hanya menjadi bukti dari keberhasilan kerja sama antara aparat pemerintah dan masyarakat, tetapi juga menjadi momentum penting bagi pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan. Sebagai penutup, Serda Niko Arisandi menegaskan pentingnya menjaga solidaritas dan terus mendukung para petani untuk menciptakan ketahanan pangan yang lebih baik. “Kita semua harus bergerak bersama untuk memastikan masa depan pangan yang lebih stabil bagi generasi mendatang,” tutupnya.