Html code here! Replace this with any non empty text and that's it.

Kundurnews – Digital ekonomi tanpa disadari saat ini dapat menjadikan perekonomian negara menjadi lebih baik termasuk masyarakatnya. Pemanfaatan digital sudah sepatutnya dilakukan sebaik-baiknya. Tanpa disadari pula, inti dari perekonomian negara ini ada di sektor UMKM (usaha menengah, kecil, dan mikro). Dari beberapa kali krisis ekonomi, jenis usaha ini dianggap yang paling stabil dan bertahan di tengah gempuran krisis.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menjelaskan bahwa sektor UKM berkontribusi terhadap negara, apalagi saat ini sedang berkembang e-commerce. “Di Indonesia, saat ini mempunyai 56 juta UKM dan itu bekontribusi terhadap GDP sebesar 6%. Saat ini di Indonesia yang tangguh bukan pengusaha besar, tetapi pelaku UKM UMKM, hal itu terbukti ketika terjadi krisis ekonomi,” ucapnya, dilansir pikiranrakyat.

Berbicara tentang perkembangan teknologi digital, ia mengungkapkan saat ini banyak kemudahan dan fasilitas yang memudahkan. Misalkan untuk pembelian tiket kereta api, pesawat, hingga pemesanan hotel. Sudah jarang kini konsumen yang melakukan pemesanan di biro travel atau perjalanan.

Terkait e-commerce, pemanfaatan teknologi digital harus dimanfaatkan, tetapi teknologi pun gars diperdayakan dari pertumbuhan ekonomi. “Ada tujuh isu penting yang menghambat berkembangnya industri e-commerce di Indonesia. Kini pemerintah pun telah menyusun solusi dan tinggal menunggu peraturan presiden,” ujarnya.

Sebanyak tujuh isu penting tersebut adalah, pendidikan dan SDM, pendanaan, logistik, perpajakan, infrastruktur komunikasi, keamanan siber, dan perlindungan konsumen. Melihat kondisi tersebut ia mengungkapkan bahwa pemeirintah bersama pemangku kepentingan kini terus menyempurnakan peta jalan untuk pengembangan e-commerce di Indonesia. Diakui, e-commerce menjadi salah satu fokus pemerintahan kini dalam mendorong pertumbuhan ekoomi digital.

Untuk permasalahan tujuh isu penghambat e-commerce, Rudiantara menjelaskan ada 31 jalan keluar yang setiap masalah ada empat hingga lima opsi pemecahannya. “Saat ini sedang terus dibahas. Ini semua harus sudah selesai pada 2018 mendatang. Yang akan diusulkan pertama adalah masalah pendanaan, kemudian untuk startup harus keluar pada awal 2017. Startup ini salah satu hal yang berpotensi,” ucapnya.