Home Kepri Kundur

Bangunan Pasar Tanjungbatu; Dulu Retak, Sekarang Bocor

Kesan bocor pada atap bangunan pasar Tanjungbatu
Kesan bocor pada atap bangunan pasar Tanjungbatu
loading...

Tanjungbatu – Bangunan Pasar Terpadu Tanjungbatu, setelah dulunya sempat terjadi keretakan pada dinding bangunan, masyarakat kembali menemukan tanda yang diduga terjadi kebocoran pada atap bangunan, sehingga pelafon tampak tak sedap dipandang mata.

Masyarakat sebagai sumber media ini mengatakan, pasar belum sempat digunakan namun sudah terjadi kebocoran, apalagi jika sudah digunakan dalam waktu yang lama. Mereka ingin bangunan pasar tersebut dapat diteliti kembali sebelum dilakukan peresmian.

BACA :  Ngeyel, Banyak Pedagang di Pasar Mutiara Tanjungbatu Tidak Mengenakan Masker

“Kami minta pihak kontraktor dapat segera melakukan perbaikan, bila perlu dimana tempat yang bocor untuk dapat segera diganti, karena ini masih tanggung jawab pihak kontraktor,” ujar sumber, Jum’at (10/01/2020).

Dikatakannya juga, pihak Kejaksaan dapat membantu memperhatikan atas kejanggalan bangunan tersebut.

“Kita dengar Kejaksaan Tanjungbatu sebagai pendamping dalam pembangunan tersebut, macam mana kebocoran bisa terjadi,” sambungnya.

BACA :  Ngeyel, Banyak Pedagang di Pasar Mutiara Tanjungbatu Tidak Mengenakan Masker

Pembangunan pasar terpadu Tanjungbatu, dibangun oleh PT Inco Sakti, dengan nilai anggaran Rp 15.070.242.000,- bersumber dari APBD Karimun tahun 2018 dan 2019, dengan target kerja berakhir Desember 2019.

Pihak kontraktor bangunan, PT Inco Sakti, saat dikonfirmasi terkait kejanggalan tersebut mengatakan, pihaknya akan bertanggungjawab terkait kebocoran tersebut, karena saat ini masih dalam waktu pemeliharaan.

BACA :  Ngeyel, Banyak Pedagang di Pasar Mutiara Tanjungbatu Tidak Mengenakan Masker

“Mengenai hal tersebut kami perbaiki nanti pak, karena masih dalam pemeliharaan gedung,” ujar Said Bustami.

Saat awak media melakukan pemantauan terhadap dugaan kebocoran atap bangunan tersebut, tidak ditemukan kesan bocor pada pelafon bangunan. Hal itu diduga pihak kontraktor telah melakukan pengecatan kembali.*