kronologi-20-jam-setelah-hilangnya-airasia-qz8508

 

Bantuan dari negara-negara mitra Indonesia untuk mencari AirAsia QZ8501 yang nahas jatuh di Selat Karimata terus berdatangan. Kementerian Luar Negeri sampai kini masih mendapat permintaan resmi dari beberapa negara yang ingin dilibatkan dalam evakuasi.

“Kananda, India, Vietnam, dan Thailand sudah menawarkan diri untuk membantu Indonesia,” ungkap Juru Bicara Kemlu Arrmanatha Christiawan Nasir, di Jakarta, Rabu (7/1).

Beberapa saat sesudah insiden itu diketahui dunia, bantuan dari berbagai negara pun berdatangan. Total 10 negara yang bantu Indonesia dalam mencari korban AirAsia QZ8501

Lebih detail lagi, Singapura menyumbangkan 6 helikopter mereka untuk membantu Indonesia, Malaysia 1 pesawat dan 5 kapal, Australia 2 pesawat, Korsel 1 pesawat, AS 2 kapal dan 2 helikopter, Jepang 2 kapal dan 3 helikopter, Rusia 2 pesawat dan salah satunya pesawat amphibi, China 1 kapal dengan beberapa ahli semacam KNKT dan penyelam.

Inggris mengirim ahli yang alatnya sangat dibutuhkan Basarnas dan KNKT, yakni alat detektor laut dalam. Sedangkan Prancis mengirimkan empat ahli dan dua diantaranya dari Airbus, serta Selandia Baru membantu satu pesawat.

Kemenlu membebaskan visa bagi seluruh tim SAR asing yang datang ke Indonesia guna membantu pencarian korban pesawat AirAsia QZ8501. Hingga saat ini, bangkai pesawat baru ditemukan bagian ekor. Korban yang telah dievakuasi juga belum sampai 50 persen dari total manifes.

“Bantuan untuk Indonesia juga terus dibuka sampai berakhirnya masa pencarian dan evakuasi,” kata Arrmanatha.

 

(merdeka.com) http://www.merdeka.com/dunia/baru-ketemu-ekor-4-negara-minta-diikutkan-cari-puing-airasia.html