jokowi-dalam-setahun-ada-18-ribu-orang-meninggal-karena-narkoba

 

 

Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar rapat koordinasi nasional (rakornas) dengan tema ‘Gerakan nasional penanganan ancaman narkoba dalam rangka mewujudkan Indonesia emas 2045’ yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.

Rakornas tersebut dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kepala BNN Anang Iskandar, Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Kepala Daerah se-Indonesia serta sejumlah menteri kabinet kerja.

Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan rakornas tersebut adalah momentum yang tidak bisa dilepas karena Indonesia saat ini sedang dalam situasi darurat narkoba. Hal ini merujuk dari 50 orang meninggal setiap harinya karena narkoba.

“Bayangkan setiap hari generasi kita 50 orang meninggal karena narkoba. Kalikan kalau setahun, 18 ribu meninggal karena narkoba. Ini yang saya sampaikan ke kepala negara yang minta pengampunan warganya yang akan dihukum mati, dan saya jawab pada Presiden/Perdana Menteri, supaya beliau tahu yang meninggal setiap hari 50 orang,” kata Jokowi dalam sambutannya di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (4/2).

Atas hal ini pula, dia meminta kepada seluruh kepala daerah di Indonesia untuk satu suara tegas memerangi narkoba. Terlebih, 4,2-4,5 juta orang direhabilitasi karena narkoba.

“Ini angka yang sangat besar. Ini sudah darurat betul. Coba dicek di LP kita 70% adalah tahanan narkotika. Inilah yang harus kita sikapi. Jangan ada toleransi lagi,” tegasnya.

 

 

(merdeka.com) http://www.merdeka.com/peristiwa/jokowi-dalam-setahun-ada-18-ribu-orang-meninggal-karena-narkoba.html