ini-alasan-menteri-esdm-naikkan-harga-premium-rp-200liter

 

Mulai hari ini harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dijual di SPBU Pertamina mengalami kenaikan. Harga premium di Jakarta naik Rp 200 per liter menjadi Rp 6.900 per liter, sementara pertamax naik menjadi Rp 8.250 per liter.

Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan kenaikan harga BBM jenis premium sudah disepakati dengan DPR dengan dicabutnya subsidi. pemerintah leluasa mengoreksi harga premium jika terjadi gejolak harga minyak dunia.

Saat ini menurut Sudirman terjadi kenaikan harga minyak dunia. Tidak hanya itu, nilai tukar Rupiah terhadap USD juga mengalami pelemahan sehingga harga premium dalam negeri harus dinaikkan.

“Kebetulan Rupiah melemah jadi berpengaruh pada harga keekonomian. Jadi kita putuskan naik premium. Solar juga harusnya naik,” ucap Sudirman usai diskusi mingguan bertajuk ENERGI KITA yang digagas RRI, merdeka.com, dana mitra lingkungan (DML), Ikatan Jurnalis Televisi (IJTI), dan Institut Komunikasi nasional (IKN)di Bakoel Koffie, Jakarta, Minggu (1/3).

Namun demikian, harga solar tidak terjadi kenaikan karena masih disubsidi pemerintah. “Karena kan subsidi premium sudah tidak ada, adanya solar. Solar pun subsidi tetap. Jadi kalau harga naik ikut naik kalau harga turun ikut turun.”

Menurut dia, pemerintah akan terus meninjau harga BBM dalam negeri setiap bulannya, jika nantinya harga BBM mengalami kenaikan yang wajar maka pemerintah akan tetap memakai harga yang sama tanpa ada kenaikan.

“BBM ditinjau tiap bulan. Kalau sekalian harga dari bulan ke bulan tidak besar maka kita pakai harga yang sama. Tapi begitu seleksi harga besar kita sesuaikan,” tutupnya.

 

 

 

http://www.merdeka.com/uang/ini-alasan-menteri-esdm-naikkan-harga-premium-rp-200liter.html