pemilik-km-tetap-rezeki-01-panglima-laut-lhok-kuala-idi-petugas-pelabuhan-perikanan
pemilik-km-tetap-rezeki-01-panglima-laut-lhok-kuala-idi-petugas-pelabuhan-perikanan

Kundurnews – IDI – Kapal Motor (KM) Tetap Rezeki 01 milik nelayan Idi dilaporkan hilang kontak sejak 4 Desember 2016 atau 9 hari sejak melaut pada 30 November 2016.

Panglima Laot Lhok Idi, Razali M Ali kepada Serambi, Selasa (13/12) menyebutkan, KM Tetap Rezeki 01 berbobot 9 grosston (GT) berangkat melaut pada 30 November 2016 pukul 12.00 WIB, dari Kuala Idi. Kapal tersebut dinahkodai Jufri Rusli (38) dengan 13 Anak Buah Kapal (ABK).

Menurut Razali, komunikasi terakhir dengan KM Tetap Rezeki 01 pada 4 Desember 2016 pukul 17.00 WIB. “Saat itu posisinya berada di 135 mil dari Kuala Idi, tepatnya di perairan Puket, di atas Meureudu, Pidie Jaya,” kata Razali didampingi Petugas Pelabuhan Perikanan Idi, Tim SAR, Kamla TNI AL, dan Pol Airud Kuala Idi pada konferensi pers di Idi Rayeuk, kemarin.

Setelah diketahui hilang, jelas Razali, sejumlah boat nelayan Idi langsung bergerak mencari keberadaan KM Tetap Rezeki, namun belum ditemukan. Pada 7 Desember 2016, KM Laut Jaya menemukan palka ikan di 151 mil laut arah utara dari Kuala Idi.

BACA :  Menyeludupkan Puluhan Ribu Kubik Pasir Sawang, Hanya Berbekal Clerence Bodong

Rafii (36), pemilik KM Tetap Rezeki mengatakan, palka ikan yang ditemukan KM Laut Jaya tersebut mirip palka ikan miliknya. Menurut Rafii, boat KM Tetap Rezeki 01 miliknya itu, berwarna hijau dengan les warna merah dan oranye.

“Namun kita belum berani menduga apakah boat tenggelam atau tidak. Namun saat komunikasi terakhir Minggu (4/12), pada malamnya diduga kondisi laut berombak dan angin kencang,” jelas Rafii.

Hingga kemarin, para pihak masih terus mencari keberadaan boat KM Tetap Rezeki 01 tersebut. “Semua nama ABK sudah kita kirimkan ke KBRI negara tetangga, seperti India, Thailand, Myanmar, dan Malaysia. Tapi hingga pukul 18.00 WIB belum ada kabar dan perkembangan yang jelas terkait keberadaan mereka,” jelas Panglima Laot Lhok Idi, Razali M Ali.

BACA :  20 Orang Hangus secara Bertumpuk. Kebakaran Zahro Express

Razali juga berharap bantuan dari semua nelayan di Aceh untuk ikut memberikan informasi jika mengetahui keberadaan boat tersebut. Informasi bisa disampaikan kepada tim SAR Aceh Timur, Syahbandar PPI Idi, Kamla TNI AL, Pol Airud, dan Panglima Laot Kuala Idi. “Atau hubungi pemilik boat Rafii di nomor HP 085270116001,” jelas Razali.

Ia menyebutkan, ke-13 ABK KM Tetap Rezeki 01 adalah, Jufri Rusli/ tekong (38), Aiyub (28), Fahmi (19), M Nur (53), M Alfian (20), Jumadin (20), Irwansyah (30), Khairi (25), M Ali (27), Munandar (30), Mahdi Juned (50), Saiful Yasin (27), dan Saiful Anwar (30).

Wilayah Thailand
Sementara itu, Sekjen Panglima Laot Provinsi Aceh, Umardi (46) yang dikonfirmasi mengatakan, informasi terakhir yang diperoleh pihaknya dari SAR Banda Aceh, KM Tetap Rezeki 01 terdeteksi sudah masuk ke wilayah Thailand.

BACA :  Oknum Bea dan Cukai diduga ‘Peras’ Pemilik Kapal Hingga Puluhan Juta Rupiah

“Koordinatnya juga dikirim oleh SAR. Kita sudah tindaklanjuti berbagai kemungkinan dengan mengirimkan surat pemberitahuan ke KBRI Thailand, Myanmar, India, dan Malaysia, serta Kementerian Luar Negeri,” jelas Umardi.

Surat tersebut berisi pemberitahuan awal bahwa ada boat milik nelayan Aceh yang hanyut dengan ABK 13 orang. “Mudah-mudahan, kalau mereka sudah mendarat yang kita harapkan segera melaporkan keberadaan posisi mereka. Kalau mereka sudah melapor, kita langsung kontak Kementerian Luar Negeri dan KBRI untuk memberikan advokasi,” jelas Umardi.

Sejauh ini, lanjut Umardi, pihaknya belum mendapatkan informasi terkait dugaan boat KM Tetap Rezeki 01 itu tenggelam. “Kita harap pihak keluarga tetap berdoa supaya mereka selamat. Jika salah satu ABK menelepon keluarga dan memberitahu keberadaan posisinya, kami harapkan segera melapor ke Panglima Laot atau intansi terkait untuk ditindaklanjuti,” ujar Umardi.*

 

(serambi.indonesia)