Jpeg

Kundur News.

TANJUNGBATU – Tingkat kesadaran masyarakat untuk patuh berkendara, di Tanjungbatu Kundur masih dianggap kurang, atau hanya sekitar 60%.  Hal tersebut menjadi salah satu penyebab angka kecelakaan terus meningkat. Ini harus menjadi kesadaraan serta tanggung jawab bagi semua pihak, sehingga fatalitas akibat kecelakaan dapat segera ditekan.

Data yang dimiliki Sat Lantas Polsek Kundur, sejak bulan Juli hingga Agustus ini saja, sudah 3 korban meninggal dan 1 kritis, akibat kecelakaan. Untuk itulah, kampanye keselamatan di jalan raya perlu terus dilakukan. Terutama orang tua terhadap anak-anaknya yang sudah mengendarai kendaraan.

Panit Lantas Polsek Kundur Ipda Sandi mengatakan, sekitar 90 persen kecela­kaan yang terjadi akhir-akhir ini disebabkan kesalahan manusia. Sedangkan 10 persen sisanya, karena kondisi, buruknya jalan dan cuaca, serta kurangnya pemahaman pengendara terhadap peraturan lalulintas dan rambu-rambu jalan.

“Kecelakaan yang terjadi belakangan ini dipicu pelanggaran. Rendahnya disiplin dan tingginya kelalaian pengendara menjadi penyebab utama kecelakaan” ujar Ipda Sadi saat ditemu diruang Lantas Polsek Kundur.

Lebih lanjut Sadi menambahkan, rendahnya kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas menjadi penyebab tingginya risiko kecelakaan di jalan raya.

“Oleh karena itu dibutuhkan gerakan bersama yang melibatkan seluruh pihak untuk membangun kesadaran dan pemahaman terhadap pentingnya lalu lintas,” ungkap Sadi.

Ipda Sadi juga menuturkan, tingkat kecelakaan yang melibatkan anak usia sekolah sudah sangat memprihatinkan. Dengan dukungan dan sinergi positif masyarakat diharapkan tingkat kematian di usia muda akibat kecelakaan lalu lintas dapat ditekan.*