KPPAD Bali Ingatkan Ortu Waspadai Isu penculikan Anak

    Kundur News – Denpasar – Komisioner Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali mengingatkan para orang tua (ortu) di Bali untuk tetap mewaspadai isu penculikan anak. Kewaspadaan diperlukan dalam upaya melindungi anak dari kejahatan dan tindakan kekerasan. Hal tersebut disampaikan Komisioner KPPAD Bali Ketut Anjasmara di Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS) Renon-Denpasar, Minggu (9/4)

    Menurut Anjasmara, walaupun selama ini masih dikatakan sebatas isu, tetapi kewaspadaan harus tetap ditingkatkan. Mengingat upaya perlindungan anak merupakan tanggungjawab semua kalangan. “Meskipun sebagian informasi yang beredar di medsos dipastikan hoax, namun isu ini tetap harus kita waspadai. Jangan sampai para orang tua baru sadar setelah kejadian dan anaknya jadi korban,” ujar Ketut Anjasmara.

    Sebelumnya Gubernur Bali Made Mangku Pastika juga sempat mengingatkan warga Bali agar lebih waspada dan menjaga anak-anaknya dari kejahatan pedofilia. Orang tua dituntut lebih waspada dan lebih memperhatikan anak-anaknya. “Kita semua anti pedofilia dan pelakunya harus dihukum seberat-beratnya,” tegas Mantan Ketua Tim Investigasi Bom Bali tersebut.

    Pastika mengungkapkan selain tindakan hukum, upaya pencegahan juga menjadi bagian yang tak kalah penting. Mengingat dalam sejumlah kasus, seringkali orang tua yang membiarkan anaknya diurus oleh orang asing. “Mereka seolah bangga manakala anaknya diundang oleh orang asing, dimandiin, dikasi permen, buku. Padahal itu pancingan. Seolah sayang dengan anak padahal dimanfaatin untuk pedofilia,” papar Pastika,

    Pastika menghimbau para orang tua, utamanya di daerah-daerah miskin agar jangan percaya 100 persen pada orang asing yang tak jelas. Apalagi dari beberapa kasus yang pernah muncul para pelaku pedofilia cenderung menyasar daerah yang terpencil dan miskin.*