Pembentukan Kabupaten Kepulauan Kundur
Pembentukan Kabupaten Kepulauan Kundur

Tanjungbatu – Salah satu anggota tim inisiator Bp2K3 (Badan Persiapan Pembentukan Kabupaten Kepulauan Kundur), mengajak semua lapisan masyarakat Pulau Kundur dan sekitarnya untuk kembali bergabung bersama Bp2K3, untuk memperjuangkan pembentukan Kabupaten Kepulauan Kundur, yang selama beberapa tahun belakangan ini sempat vakum.

Salah satu anggota tim yang juga tokoh masyarakat Kundur, Zuriantiaz mengatakan, munculnya semangat pembentukan Kabupaten Kepulauan Kundur itu, disusul komitmen pemerintah RI terkait moratorium pemekaran wilayah Papua, sesuai usulan dari beberapa tokoh masyarakat Papua ke Presiden Joko Widodo.

“Perjuangan kita kemarin sudah sampai pada amanat presiden pada saat itu bapak SBY, hanya saja pada saat itu kita belum mendapat keputusan dari DPR. Hal itu akhirnya tertunda hingga hingga ke tahun 2023, namun baru-baru ini pemerintah pusat malah ingin melakukan pemekaran terhadap wilayah Papua,” kata Zuriantiaz, Kamis (07/11/2019).

Zuriantiaz, salah satu tokoh masyarakat Kundur
Zuriantiaz, salah satu tokoh masyarakat Kundur, Kuba.

Dikatakan Zuriantis, pembentukan kabupaten Kepulauan Kundur, merupakan wilayah otonomi baru berdasarkan kearifan lokal, yang membangun dan tidak menjadi pulau secara perlahan ditinggalkan penduduknya. Itulah sebabnya dia mengajak semua masyarakat terutama tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama untuk bersama bergandeng tangan dalam memberi dukungan terhadap Bp2K3.

“Ini merupakan kesempatan kita yang sempat tertunda beberapa tahun yang lalu. Papua bisa, kenapa kita tidak. Padahal pemekaran wilayah untuk Kepulauan Kundur, merupakan wilayah yang mendapatkan prioritas pemekaran,” imbuh Zuriantiaz.

Tidak ada unsur politik baginya, sambungnya, dia hanya ingin menggugah hati masyarakat Kepulauan Kundur untuk kembali bersatu mensuarakan pembentukan Kabupaten Kepulauan Kundur.

“Kita hanya tingal selangkah lagi, semua persyaratan telah kita penuhi, semangatlah untuk mkemperjuangkan daerah kita,” tukas Zuriantiaz.*