Polisi dalami napi kendalikan ratusan ekstasi Lapas Kerobokan

polisi-dalami-napi-kendalikan-ratusan-ekstasi-lapas-kerobokan

 

+

+

Tertangkapnya Putu AP (40) sopir truk asal Buleleng yang menyimpan 800 butir ekstasi, hingga kini masih didalami. Hal ini karena Polisi belum menemukan napi di Lapas kelas II A Kerobokan yang dimaksud tersangka sebagai orang yang mengendalikan ekstasi tersebut.

Kasat Narkoba Polresta Denpasar, Komisaris Besar Polisi ( Kompol) Gede Ganefo, menyebutkan bahwa hingga saat kasus ini masih dalam proses pengembangan. Dirinya juga meyakinkan bahwa keterangan tersangka soal dari mana selama ini barang tersebut didapat masih dalam proses pembuktian.

“Kita masih proses pembuktian soal kebenaran pengakuan tersangka bahwa barang didapat dari Lapas Kerobokan. Dan, sejauh ini masih proses penyidikan soal benar atau tidaknya ucapan tersangka,” papar Ganefo, Minggu (7/6).

Dia juga meyakinkan bahwa dirinya tidak pernah menyebutkan kalau barang itu diproduksi dari dalam lapas. “Saat ini masih proses pembuktian akan keterangan tersangka. Kita sudah dalami, tersangka masih kita lakukan penyidikan,” akunya.

Dalam pengakuannya tersangka menyebutkan kalau barang yang dimilikinya dikendalikan oleh salah seorang napi dari dalam Lapas berinisial BD. Namun sejauh ini dari hasil penyidikan polisi belum bisa dibuktikan dari ucapan tersangka yang menyebut bahwa barang bukti miliknya didapat dan dikendalikan dari dalam Lapas Kerobokan.

“Orang tersebut merupakan target kita. Namun dia sudah dilacak karena selalu berpindah tempat kos. Setelah mengetahui keberadaannya, akhirnya tim langsung melakukan penggerebekan di kosnya di kawasan jalan Kargo,” paparnya seraya menyebut alamat di Kargo Taman Sari V, No 7, kamar No 7, Umasari, Ubung Kaja, Denpasar Utara.

Saat penangkapan, tuturnya tersangka sempat berbelit-belit ditanya oleh anggota soal dari mana barang tersebut didapat. Selanjutnya petugas langsung menggiringnya ke Mapolresta bersama barang bukti untuk melakukan pengembangan.

“Dari hasil pengembangan yang dilakukan, dia mengaku dikendalikan dari Lapas. Dan hal itu kita masih dalami lagi. Apa benar atau tidak,” tutup Ganefo.

+

+
Sumber : Merdeka.com