Jajaran Polsek Tanjungbalai Karimun pantau pasokan dan harga sembako di gudang distributor, yang ada di wilayah Kecamatan Karimun, Selasa (14/7)

KARIMUN – Jajaran Polsek Tanjungbalai Karimun mengecek harga dan stok sembako, di semua gudang atau distributor sembako yang ada di wilayah Kecamatan Karimun, Selasa (14/7).

Kapolsek Tanjungbalai Karimun, AKP Budi Hartono menyebutkan, pengecekan stok dan harga sembako itu dilakukan guna mengantisipasi lonjakan kenaikan harga, serta antisipasi kelangkaan pasokan menjelang Hari Raya Idul Adha.

Adapun gudang sembako yang dicek antara lain, Gudang CV. Vincent yang berlokasi di Jalan H Arab Kelurahan Sungai Lakam Timur, terdapat 64 karung Tepung merek Armada, 387 karung tepung merek Segi Tiga, 1.136 karung beras merek Wippie, 441 karung beras merek Bunga, 323 jerigen minyak goreng, 149 ikat telur Medan biasa, 119 ikat telur Medan besar.

Kemudian, di gudang sembakomilik CV. Jumi Indo yang berlokasi di Jalan H.Arab Kelurahan Sungai Lakam Timur, dengan stok yang dimiliki antara lain, beras 10,6 ton, minyak goreng 415 dus, gula pasir 700 kilogram, tepung 7,5 ton, mentega 2,3 ton.

Pada toko Anak Karimun Mandiri di Jalan A.Yani Kelurahan Sungai Lakam Timur, didapati stok beras 150 karung, gula 10 karung, telur 45 ikat, minyak goreng satu jerigen dan secara umum kondisi harga masih normal. Selain itu, di gudang sembako milik CV.Karimun Makmur di Jalan Pertambangan Kelurahan Tanjungbalai, didapati stok beras 145 ton, gula pasir 35 ton, tepung 9 ton, dengan kondisi harga dan pasokan normal.

Terakhir di gudang sembako milik CV Gunung Tanjung, di Jalan Pelipit Kelurahan Sungai Lakam Timur, didapati stok beras jenis 25 kilogram sebanyak 293 karung, beras 20 kilogram sebanyak 435 karung, beras 10 kilogram sebanyak 818 karung dan beras 5 kilogram sebanyak 666 karung, dengan kondisi harga stabil.

“Dari pantauan kita terhadap semua gudang sembako yang ada di wilayah Kecamatan Karimun, didapati kondisi harga masih normal dan stok sembako pun masih cukup,” ungkap Budi.

Dia menyebutkan, kegiatan pemantauan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi lonjakan harga dan kelangkaan stok sembako.

“Menjelang Hari Raya Idul Adha 1441 perlu dilakukan kontrol pasokan sembako dan harga,” pungkasnya.(*)