Kantor desa Sawang Laut
Kantor desa Sawang Laut

Karimun – Salah satu masyarakat di Kundur Barat, mengatakan, pembangunan desa Sawang Laut, Kabupaten Karimun, Kepri, yang menggunakan dana desa tahun anggaran 2018, diduga terlalu banyak di selewengkan oleh oknum-oknum tertentu, sehingga dana yang mengalir lebih banyak masuk ke kantong pribadi dibanding untuk pembangunan desa.

“Coba aja di cek. Pembangunan tower internet, pembangunan tembok penahan tanah lapangan futsal, kemudian jalan semenisasi dan lain-lain,” ujar Andi (46), kepada Kundur News, Rabu (17/07/2019).

Sebagai bahan perbandingan, Andi juga beberkan estimasi biaya pembangunan tower internet setinggi 30 meter di kantor desa tersebut, yang menelan anggaran hingga Rp 92.942.800,-.

“Semoga dengan data ini dapat membantu mempermudah pemeriksaan oleh pihak berwajib,” tambahnya.

Untuk Besi Tower Mode Triangle. Besi Ulir/campuran, 12mm/10mm/8mm. Terdiri dari 4 meter per-stage atau 5 meter per-stage, dengan harga per-meter Rp 430.000,- x 32 meter = Rp 13.760.000,-

Sling Galvanis dengan 4 tarikan dengan estimasi biaya maksimal 25Kg    = Rp 1.000.000,-

Klem, baut dll  = Rp 1.000.000,-

Ditambahnya lagi,

Alat pemancar (point), yang tampak, menggunakan power beam sebanyak 2 unit @ Rp1.200.000,- = Rp 2.400.000,-

LAN cable @Rp 2.500,- Rp 40 meter x 2 = Rp 200.000,-

Router,  perkiran maksimal = Rp 400.000,-

Local Network, (Jika Ada), menggunakan HUB 16 Port = Rp 740.000,-

FO 10MBPS  + PPN diperkirakan = Rp 435.000,-

Pondasi Penyangga Tower = Rp 1.000.000

Upah Pasang = Rp 10.000.000,-

Biaya tak terduga = Rp 2.000.000,-

TOTAL = 32.935.000,-

Jumlah yang dianggarkan pihak desa sebesar Rp 92.942.800,-

Selisih dana yang berlebih diduga sebesar = Rp 60.007.800,-. Maka dari itulah mereka ingin agar sisa uang sekitar sebesar enam puluh juta rupiah lebih itu untuk dapat diperjelas.

Sebagai bahan perbandingan lainnya, awak media coba melakukan pengecekan harga besi pembuatan tower di salah satu bengkel las di Tanjungbatu, ternyata pihak bengkel juga memberikan harga yang tak jauh beda dengan perbandingan di atas, atau memiliki selisih sekitar Rp 20.000,-/ meter.

“Untuk pembuatan tiang tower internet, per-meternya kami patok sebesar Rp 450.000,-. Desa lubuk juga kami yang buat,” ujar pihak bengkel las.

Kepala desa Sawang Laut, Purnomo, baru-baru ini saat dilakukan konfirmasi terkait pembangunan tower tersebut, mengatakan bahwa, anggaran pembangunan tower itu telah dibelanjakan secara wajar. Saat dilakukan konfirmasi, Kades tersebut malah mengumbar-umbar kerjasama/MoU pihak desa dengan Kejari Karimun, seolah-olah tak ingin pihak manapun ingin tau pembiayaan di desa tersebut, atau dengan kata lain seolah-olah kepala desa saat ini sudah menjadi kebal hukum.

“Saat ini kita telah melakukan MoU dengan pihak Kejaksaan di Karimun. Hanya saja pada saat itu Kajari belum sempat melakukan tanda tangan,” kata Purnomo.*