Kundurnews – Sumiati Lumoh Sarip (64), jamaah dari kelompok terbang 1 Debarkasi Batam (BTH 01) pulang ke Tanah Air dengan menggunakan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) karena paspor miliknya hilang di Bandara King Abdul Aziz Jeddah.

Akibat peristiwa kehilangan tersebut, kepulangan Sumiati terpaksa tertunda selama beberapa jam.

“Menurut pengakuannya, paspor tersebut lupa ditaruh di kantong plastik warna merah yang berisi buah-buahan,” kata Kepala Daerah Kerja Airport Nurul Badruttamam Makkiy, Minggu, yang dilansir antaranews.com

Petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kemudian melakukan penelusuran untuk mencari paspor tersebut, namun tidak ditemukan.

“Alhamdulillah berkat kecekatan petugas Daker Airport dibantu pihak KJRI dan Imigrasi akhirnya dapat diterbitkan SPLP,” katanya.

“Jamaah tersebut sekarang sudah diterbangkan dengan kloter 02 BTH dengan menggunakan Saudi Airlines SV 5710 yang take off 08.00 waktu Arab Saudi pada Minggu,” katanya.

Ia berharap kasus tersebut dapat menjadi pelajaran bagi seluruh jamaah untuk lebih hati-hati menjaga paspornya.

“Semoga ini jadi pelajaran dan hikmah, khususnya bagi para jamaah haji ketika tiba di bandara Jeddah ataupun nanti di bandara Madinah agar lebih hati-hati. Paspor yang sudah diterima agar disimpan baik-baik, jangan sampai tertinggal dan jangan sampai hilang,” katanya.

Sumiati seharusnya pulang bersama kloter 1 Debarkasi Batam yang “take off” pada Sabtu (17/9) pukul 19.00 waktu Arab Saudi dengan SV 5612.

Sementara itu kepada tim Media Center Haji Jeddah, Sumiati yang berasal dari Bengkalis, Riau, mengaku membuang tas berisi paspor dan sejumlah barang lain karena tas tersebut tidak dapat dibawa ke pesawat.

“Tidak apa-apa saya terlambat, asal bisa pulang. Sudah kangen sama cucu,” kata Sumiyati sambil menangis.

Dalam tas tersebut, menurut dia, juga terdapat sertifikat haji miliknya. “Tolong dibuatkan lagi sertifikat hajinya, buat kenang-kenangan,” katanya.