Sekolah-Islam-Terpadu-Tanjung-Balai-Karimun-Melakukan-Penggalangan-Dana-Untuk-Muslim-Rohingya

Kundur News – KARIMUN –  Aksi kepedulian krisis kemanusiaan yang terjadi di Myanmar, kian massif dilakukan di Indonesia. Tak hanya aksi unjukrasa, aksi penggalangan dana juga dilakukan di berbagai instansi atau lembaga.

Para siswa Sekolah Islam Terpadu (SIT) Darul Mukmin Tanjung Balai Karimun melakukan penggalangan dana untuk membantu umat muslim Rohingya, Myanmar.

Penggalangan dana itu dilakukan pada Aksi Untuk Rohingya yang digelar di halaman SIT Darul Mukmin di Tanjung Balai,  Jumat (8/9).

“Kegiatan aksi diikuti sebanyak 750 siswa-siswi TK IT,  SDIT, dan SMP IT Darul Mukmin,” kata Kepala SMP IT Darul Mukmin,  Moh Sambas Faqih

Dari hasil penggalangan dana dari para siswa, lanjut dia, terkumpul uang senilai Rp 22. 604. 700. Dana akan disalurkan kepada saudara muslim Rohingya melalui Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia.

“Semoga bantuan dana dari siswa dan siswi SIT ini dapat meringankan beban penderitaan muslim Ronghiya. Kami juga mendoakan agar mereka segera terselamatkan dari krisis kemanusiaan,” jelas Faqih.

Penggalangan dana ini dilakukan para siswa dan siswi seusai melaksanakan salat gaib dan doa bersama untuk para korban muslim Ronghiya.

Salat gaib dan doa itu juga diikuti para guru dan karyawan SIT Darul Mukmin. Pelaksanaan salat gaib dan doa dipimpin guru setempat yang berdiri di atas panggung.

Di backdrop itu juga ditampilkan beberapa foto tentang penderitaan muslim Rohingya. Para siswa dengan tertib melaksanakan salat gaib yang dilanjutkan dengan membaca doa.

Seusai melaksanakan salat gaib dan doa, para siswa memasukkan uang yang telah dibawa dari rumah ke dalam kota infak munashoroh secara bergantian.

“Kegiatan ini untuk memupuk rasa kepedulian para siswa serta berempati kepada saudaranya yang sedang menderita karena kezaliman militer dan pemerintah Myanmar,” jelas Moh Sambas faqih

Sementara itu, Kepala SDIT Darul Mukmin , Luthfi Abdul Malik,  mengatakan mengutuk keras tindakan pemerintah dan militer Myanmar terhadap umat muslim Rohingya.

“Kami meminta kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa [PBB] melalui UNICEF menyelamatkan masa depan anak-anak Rohingya. Mendesak pemerintah agar melakukan aksi yg lebih tegas thd pemerintah myamar. Sebagai negara dngan mayoritas muslim trrbesar di dunia,” pinta dia.*