Sepakbola dunia makin panas, Kongres FIFA diancam bom

Kundur News.

Kongres ke-65 Federasi Sepakbola Internasional (FIFA) yang digelar hari ini, Jumat (29/5), di Kota Zurich, Swiss, semakin runyam. Di tengah-tengah pidato Presiden FIFA Sepp Blatter, muncul ancaman bom dari pihak tidak dikenal.

Kepolisian Zurich membenarkan bahwa telah ada laporan seseorang mengirim ancaman akan meledakkan para insan bola sedunia yang sedang rapat tahunan itu.

“Semua delegasi dan awak media dipindahkan dari ruang sidang utama saat jam makan siang sebagai antisipasi,” kata salah satu sumber di kepolisian seperti dilansir the Guardian.

Dihubungi terpisah, Sekretaris Jenderal FIFA Jerome Valcke menyatakan akan dilakukan pemeriksaan intensif di seluruh arena kongres. Setiap 15 menit akan ada perkembangan terbaru dari penyisiran tersebut.

FIFA berkukuh meneruskan kongres, sekalipun 9 petingginya kini dicokok Kejaksaan Swiss dalam kasus Korupsi dan pencucian uang, yang disidik FBI. Total tersangka mencapai 14 orang, dengan nilai rasuah mencapai USD 150 juta. Untuk pelbagai pelanggaran tersebut, para petinggi FIFA itu bisa dipenjara 20 tahun.

Dalam diagram yang dilansir CNN, kini bahkan tinggal Blatter satu-satunya pemimpin yang tidak terkena kasus hukum di komite eksekutif FIFA. Lembaga pengelola sepakbola yang bergelimang harta ini sejak lama disebut korup, tapi tak pernah dibuktikan dari sisi hukum.

Dengan segala krisis ini, Blatter menolak mundur dari jabatannya. Dia pun ingin maju kembali dalam pemilihan hari ini melawan pesaingnya Pangeran Ali bin al-Hussein dari Yordania.

Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) kompak menolak Blatter maju lagi. Presiden UEFA Michel Platini menyatakan siap mendukung Ali, karena bersih dan bukan bagian dari kroni lama FIFA. Wakil sepakbola Eropa menilai bila kongres hari ini tetap memenangkan Blatter, maka ada kemungkinan UEFA memboikot Piala Dunia 2018.

Lebih runyam lagi, Presiden Rusia Vladimir Putin membela Blatter. Dia menyebut penangkapan petinggi FIFA atas kasus Korupsi sebagai akal bulus Amerika Serikat. Sebaliknya, Perdana Menteri Inggris David Cameron secara terbuka mendukung Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) untuk keluar dari FIFA bila Blatter terpilih kembali.

+

www.merdeka.com