Jpeg
Jpeg
Pohon pisang di tengah jalan KM 8

+
Lazada Indonesia

+
Kundur News
Akibat Terlalu sering terjadinya kecelakaan di lobang-lobang sepanjang jalan KM 8 Tanjungbatu Barat, sejumlah warga di Kelurahan tersebut, melakukan aksi protes dengan cara menanam pohon pisang di lobang-lobang di tengah jalan utama tersebut. Skaligus mengurangi terjadinya kecelakaan.

“Aksi tanam pohon pisang ini sebagai bentuk protes warga. Karena jalan yang sudah cukup lama rusak, tidak juga ada perbaikan,” kata Nawawi, Ketua RW 07 Kelurahan Tanjungbatu Barat, Kecamatan Kundur, Kamis (30/7) siang.

Lebih lanjut Nawawi, mengungkapkan sudah ada beberapa orang yang menjadi korban dan sampai patah akibat lubang yang ada ditengah jalan. Akibat rusaknya jalan tersebut sangat membahayakan warga yang melintas.
“Warga sudah berharap agara jalan tersebut segara diperbaiki sebelum lebih banyak makan korban yang berjatuhan. Ini yang membuat warga kesal dan melakukan protes itu,” tegasnya.

Muharamm nasyarakat KM 8 juga mengungkapkan hal yang sama. Aksi yang dilakukan sejak pagi itu murni sebagai bentuk protes terhadap pemerintah agar secepatnya melakukan perbaikan jalan.

“Aksi warga murni sebagai bentuk protes terhadap pemerintah. Warga kompak menanam puluhan batang pohon pisang dan setelah itu ditinggalkan. Tidak ada tendensi apapun,” pungkasnya.

Dan ironisnya kalau pihak kecamatan meminta agar jalan tersebut ditimbun. Namun kalau ditimbun berakibat akan banjir kalau musim penghujan. Jalan ini merupakan jalan utama untuk menghubungkan dengan kecamatan lainnya.
“Kami sangat berharap agar segera diperhatikan dan segera diperbaiki. Jalan ini sudah mulai parah sejak bulan Ramadhan yang lalu,” ujar Muharam.

Hasil pantauan saat ini para pengendara kendaraan, baik roda dua maupun roda empat tetap berupaya melintasi jalan tersebut, meski di tengah-tengah titik yang rusak ditanami batang pohon pisang.

+
z
Berita dari Kundur
+