Inhil – Rumah Sakit Umum Daerah Puri Husada (RSUD-PH) Tembilahan mewacanakan kegiatan sosial operasi bibir sumbing gratis menjadi agenda tahunan.

Pernyataan itu disampaikan Direktur RSUD PH Tembilahan dr Saud Pakpahan saat ditemui wartawan belum lama ini. Dirinya menjelaskan bahwa saat ini pihaknya sudah memiliki dua orang dokter ahli bedah mulut untuk melangsungkan kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini merupakan Bhakti Sosial (Baksos) RSUD PH Tembilahan yang rutin dilaksanakan, dan ini akan kita jadikan agenda tahunan, sebab RSUD PH Tembilahan sudah memiliki dokter ahli bedah mulut 2 orang. Namun karena dalam dua tahun terakhir masih dalam suasana pandemi covid-19 maka kegiatan ini tidak dapat terlaksana,” ujarnya.

BACA :  RSUD PH Tembilahan Sudah Mulai Lakukan Operasi Bibir Sumbing Gratis

Lebih lanjut, mantan Kepala RSUD Tengku Sulung kecamatan Reteh itu mengungkapkan, tahun 2022 ini operasi bibir sumbing gratis akan dilaksanakan dalam minggu ke-3 bulan Juni.

“Saat ini sejak di buka pendaftaran operasi bibir sumbing secara gratis ini sudah ada 17 orang yang mendaftar, yang akan dilaksanakan bulan depan disesuaikan dengan momentum,” sebut dr Saud Pakpahan.

BACA :  Gedung Baru RSUD Puri Husada Segera Diresmikan

Dikatakannya bahwa, jumlah peserta yang ikut dalam kegiatan operasi bibir sumbing gratis ini tidak di batasi, namun untuk bayi, minimal berusia diatas tiga bulan baru boleh ikut operasi.

“Berapapun yang mendaftar itulah yang akan dioperasi. Untuk usia minimal 3 bulan ke atas, dan tidak di batasi jumlahnya. Apabila nanti pendaftaran sudah selesai namun masih ada yang akan dioperasi, maka kita akan lanjut ke tahap ke 2. Untuk itu kita berharap semuanya yang direncanakan dapat terlaksana dengan baik,” harapnya.

BACA :  RSUD PH Tembilahan Sudah Mulai Lakukan Operasi Bibir Sumbing Gratis

Terakhir dr Saud Pakpahan mengingatkan, proses pendaftaran hanya perlu membawa Kartu Keluarga (KK) dan KTP-Elektronik dan pendamping.

“Diharapkan peserta yang mendaftar untuk mengikuti operasi bibir sumbing harus membawa pendamping, karena saat pelaksanaan operasi ini akan memakan waktu selama 4 hari, hari pertama dilakukan sekrining atau pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui apakah seseorang berisiko lebih tinggi mengalami suatu masalah kesehatan atau tidak, hari ke dua dan ke tiga tahap operasi hari ke empat itu follow up/ kontrol pasien,” imbuhnya.*

Previous articleRibuan Masyarakat Antusias Ramaikan Pesta Rakyat Di Pantai Lubuk
Next articleSegera Direhab, Bupati Tinjau Kerusakan Terminal Pelabuhan Tanjungbatu