workshop

 

 

+
Lazada Indonesia

+
Kundur News.

Karimun Kepri

Dalam meningkatkan sinergitas pelayanan perizinan dan investasi, Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (BP Kawasan) Kabupaten Karimun menggelar workshop selama dua hari di Gedung Nasional Tanjung Balai Karimun, Selasa (4/8/2015).

Kegiatan yang diikuti sebanyak 80 peserta ini menghadirkan sebanyak lima orang dari Kepala BP Kawasan Karimun, Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Karimun, Kepala Kantor Pelayanan Pajak Madya Batam, Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam/Bintan/Karimun, serta BPKS Ketenagakerjaan. Acara ini secara resmi dibuka Bupati Karimun, Nurdin Basirun.

Dalam sambutannya Bupati Karimun mengatakan, pertumbuhan ekonomi di Karimun secara nasional terjadi peningkatan. Tapi peningkatannya ‘tidak sehat’. Sebagai contoh, banyaknya kapal yang melintas di perairan Karimun, namun penikmat hasilnya adalah negara Singapur.

“Pertumbuhan ekonomi Karimun masih didominasi SDA, tentunya hal demekian menjadi ‘malapetaka’ bagi daerah itu sendiri,” ungkap Nurdin dengan serius.

Lanjutnya, sebagai upaya mewujudkan misi pembangunan Kabupaten Karimun, yakni meningkatkan kesejahtreraan masyarakat, sangat disadari bahwa investasi memiliki peranan yang sangat penting. Dengan adanya investasi dari dalam maupun luar negeri, sangat menentukan lajunya pertumbuhan ekonomi sudat daerah.

“Dampak lain banyaknya investasi yang masuk kesuatu daerah, terciptanya lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat serta peningkatan daya beli maupun perubahan kualitas taraf hidup keaarah lebih baik lagi,” tambah Nurdin.

Kepala BP Kawasan Karimun, Candra Nawazir menyampaikan, tahun ini ada 15 investor baru yang masuk dan sebagian diantaranya dalam persiapan pengurusan izin. Kemudian lebih dari 12.000 tenaga kerja yang bekerja di perusahaan-perusahaan di Kabupaten Karimun.

Pada kesempatan ini Candra panggilan akrabnya juga menyampaikan, informasi yang beredar mengenai pengurangan tenaga kerja di PT.Saipem Indonesia Karimun Branch (SIKB) ‘tidak benar’. Bahkan perusahaan tersebut terus menambah tenaga kerja.

“PT.SIKB tidak melakukan pengurangan tenaga kerja, pengurangan itu berlaku untuk daerah lain. ustru khusus di Karimun terus terjadi penambahan tenaga kerja. Yang mana dulunya bertambah 5.000 orang, akan bertambah lagi sebanyak 7.000 tenaga kerja,” katanya.

Sementara itu ketua panitia pelaksana, Rudi Trisna menyebutkan, pelayanan publik yang baik di era sekarang ini sangatlah penting. Apalagi untuk ruang likup berhubungan dengan para investor atau penanam modal secara langsung. Maka dari itu, harus mengetahui dan menguasai lebih jauh tentang semua yang berhubungan degan kebutuhan investor.

“Maksud dan tujuan workhsop diikuti 80 orang peserta ini, untuk menyamakan persepsi meningkatkan pemahaman dan kerjasama dengan aparat daerah, instansi terkait, pelaku usaha dan asosiasi bisnis tentang kebijakan-kebijakan dibidang perijinan serta investasi,” terangnya saat ditemui.

 

gk
Berita dari Karimun