Bupati Karimun, H Aunur Rafiq
Bupati Karimun, H Aunur Rafiq

Tanjungbatu – Bupati Karimun H Aunur Rafiq akan segera panggil Direktur PDAM Tirta Karimun, untuk diminta pertanggungjawabannya terkait macetnya sebanyak 800 pelanggan PDAM Tirta Karimun, cabang Tanjungbatu Kundur.

“Saya akan panggil Direktur PDAM Tirta Karimun, hari ini juga, dan saya minta tanggapannya, dan hari Senin nanti kita minta mereka turun ke lapangan untuk mengecek segala permasalahan yang ada,” tegas Rafiq, saat diwawancara di gedung olahraga Forsa KM 04, Tanjungbatu, Sabtu (15/07/18).

Macetnya pendistribusian air bersih di wilayah Kecamatan Kundur sudah berlangsung sejak dari lebaran Idul Fitri atau pada pertengahan Juni 2018 kemarin, hingga saat ini. Hal itu juga dibenarkan oleh kepala Kantor Cabang PDAM Tirta Karimun wilayah Kundur, Zulkarnain saat dihubungi melalui selurernya, Senin (15/07/18).

BACA: Warga Tanjungbatu Kota Kesal. Air PDAM ‘Mati’

Dikatakannya, gangguan yang ada saat ini bukan karena mesin yang mengalami kerusakan atau hal lain. Tapi karena waduk yang ada mengalami kekeringan.

“Waduk kita saat ini hanya mengharapkan air hujan, jika hujan turun, baru ada air. Kami juga berusaha untuk memanfaatkan waduk cadangan disebelahnya, dan itu sifatnya hanya sementara karena hanya mampu bertahan beberapa hari saja, setelah itu juga mengalami kekeringan,” ujar Zulkarnain.

Waduk Desa Lubuk merupakan waduk utama sumber air bersih PDAM Tirta Karimun wilayah Kundur, waduk tadah hujan itu akan mengalami kekeringan jika musim panas, dan permasalah itu sering terjadi secara berulang-ulang pada tiap tahunnya, apalagi apabila musim kemarau tiba.*