Bupati Karimun Aunur Rafiq saat mengukuhkan pengurus Badan Musyawarah Pengurus Guru Taman pendidikan Al-Quran (BMPG-TPQ) Kabupaten Karimun, Senin (11/12) di Aula Masjid Agung Karimun.
Bupati Karimun Aunur Rafiq saat mengukuhkan pengurus Badan Musyawarah Pengurus Guru Taman pendidikan Al-Quran (BMPG-TPQ) Kabupaten Karimun, Senin (11/12) di Aula Masjid Agung Karimun.

KARIMUN – Situasi yang tak kondusif dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) siswa SMA sederajat di Kabupaten Karimun dalam menggunakan sistim onlien dinilai tidak pernah ada koordinasi dari Provinsi.

“Memang tidak ada koordinasi dari Dinas Pendidikan Provinsi Kepri kepada kita di Kabupaten Karimun secara langsung. Tapi memang persoalannya tidak masalah sih kalau tidak ada koordinasi. Provinsi pun sudah memberikan arahan kepada pengawas disini dan telah menyampaikan bagaimana jalan keluarnya jika terjadi masalah,” ujar Bupati Karimun Aunur Rafiq, Rabu (11/7).

Menurut dia, memang saat ini kewenangan SMA sederajat berada di Dinas Pendidikan Provinsi kepri. Hanya saja, dia tidak bisa lepas tangan begitu saja melihat kondisi yang ada saat ini, banyak orang tua yang khawatir anaknya tak bersekolah. Sehingga dia pun telah memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimu, Bakri Hasyim untuk turut membantu pihak Provinsi dalam menyelesaikan persoalan tersebut dan menenangkan para wali muriad yang makin resah.

BACA :  Investasi Yang Tak Bertambah Saat Ini Dinilai Wajar

“Sudah saya perintahkan Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun untuk turun ke sekolah-sekolah. Kemudian harus berkoordinasi dengan semua Polsek, Camat dan Lurah. Tujuannya agar semua pihak dapat membantu menenangkan orang tua calon siswa yang kian khawatir karena tidak lulus seleksi. Saya minta jangan ada anak kita tidak sekolah hanya karena masalah yang ada,” tegas Rafiq.

Rafiq juga meminta kepada seluruh wali murid agar dapat mematihi aturan yang ada di semua SMA sederajat. Kemudian nantinya pemerintah Kabupaten Karimun akan turut serta membantu mencarikan solusi. Nantinya Pemkab Karimun pun akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, dalam hal jika memungkinkan sekolah-sekolah yang membludak untuk dapat ditambah ruang belajar agar mampu menampung siswa yang sesuai zona.

BACA :  Aunur Rafiq, Lepas Pawai Pembangunan HUT RI 70 di Kundur

Kondisi tersebut menurutnya juga hendaknya jadi bahan evaluasi ditahun mendatang. Sehingga akan lebih siap lagi dalam menerima siswa baru bagi seluruh sekolah.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, Bakri Hasyim mengatakan, dia tidak dapat berbuat banyak soal permasalahan pendaftaran siswa baru tingkat SMA di Kabupaten Karimun. Karena semua kebijakan berada di Dinas Pendidikan Provinsi Kepri.

“Jadi saya pun hanya bisa melihat saja semua tahapan yang ada dan tidak dapat mengambil kebijakan. Bupati juga telah memerintahkan saya untuk melakukan pendataan terhadap anak yang tidak tertampung sambil menanti solusi yang akan diterapkan,” kata Bakri.(*)