Kundur News.

Karimun – Sebagai wujud kepedulian terhadap perkembangan dakwah dan peningkatan pengetahuan agama, Komunitas Peduli Pemuda Muslim Shalih Cendekia (KPPM Shadik) Kabupaten Karimun melaksanakan Pesantren Kilat Ramadhan (PKR) selama tiga hari dari tanggal 11-13 Juni 2016 yang berlokasi di Majid Agung Poros Tanjungbalai, Karimun.

Kegiatan ini diikuti oleh pelajar SLTA/SMK Se-Karimun, yang berjumlah sekitar 100 orang, Pada acara pembukaan Sabtu, (11/6), Ketua Umum KPPM Shadik Muhammad Nasrullah, dalam sambutannya mengatakan bahwa KPPM Shadik sejak berdirinya hingga sekarang telah mengembangkan dirinya menjadi salah satu komponen strategis masyarakat khususnya dalam pembinaan moralitas (akhlak) dan pengembangan skill generasi muda. Kegiatan ini digagas sebagai bentuk realisasi program kegiatan tahunan KPPM Shadik Karimun.

“KPPM Shadik sudah memasuki 11 tahun berdirinya dan program pesantren kilat ramadhan ini pun juga menjadi kegiatan rutin tahunan kami, karena kegiatan Sanlat Ramadhan sangat bermanfaat bagi peserta didik terlebih bagi generasi muda sebagai ujung tombak pembangunan bangsa,” ungkap Nasrullah.

Menurut dia, kegiatan pesantren kilat Ramadan tujuannya adalah guna bagi para remaja dan pemuda agar  memiliki akhlakul kharimah, bermental spritual yang baik dan mendidik moral.

“Kita harapkan selama bulan puasa para remaja dan pemuda dapat pembentukan karakter menjadi salah satu hal yang diutamakan dan memiliki akhlakul kharimah,” kata dia.

Sementara itu, Asisten I Muhammad Tang dalam samabutanya menyambut baik pelaksanaan kegiatan keagamaan bagi para siswa, seiring dengan momentum Ramadhan yang merupakan wahana pembinaan dan penempaan kecerdasan emosional (mental) yang efektif bagi generasi muda.

Pembinaan akhlak dan moral kata bupati, menjadi perhatian utama pemda untuk menciptakan generasi Islam yang akan menjadi panutan ditengah masyarakat.

“Pesantren Ramadhan harus mampu mendidik dan mencetak generasi muda yang berilmu pengetahuan dan berakhlak mulia serta mampu menyebarkan ajaran Islam kepada masyarakat,” ungkap Muhammad Tang.*