BBM
Pompong Tanpa Nama yang mengangkut BBM keluar Pulau

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tanjungbatu, Kundur News

Rasanya baru saja kita merasa lega untuk mendapatkan BBM tanpa harus antri berjam jam di kios Simpang Urung, atau kios lainnya di Tanjungbatu. Rasa lelah dan kegelisahan ini sepertinya belum hilang lagi dalam ingatan kita betapa sulitnya untuk mendapatkan 1 atau 2 Litre Bensin untuk menjalankan roda perekonomian keluarga. Kini disaat aparat mulai lengah, kembali ditemukan pengiriman BBM jenis minyak Tanah dan bensin keluar Pulau Kundur, yang pasti jatah pemakaian BBM utuk di Kecamatan Kundur akan mulai berkurang. Dan hal ini apabila dibiarkan, Masyarakat Kundur besar kemungkinan akan kembali lagi mengalami kelangkaan BBM.

Hasil pantauan Kundur News di Lapangan, setidaknya terdapat 2 kali penyeludupan BBM keluar Pulau Kundur dalam jumlah besar paska kenaikan BBM yang tanpa diketahui Aprarat terkait.

Sekitar pukul 12:00 27/12 kembali ditemukan penyelupan BBM sebanyak 4 drum. BBM jenis minyak Tanah sebanyak 2 drum, dan jenis bensin sebanyak 2 drum didalam pompong kecil tanpa nama di pelabuhan Tuamak Tanjung Batu Kundur. Minyak tersebut di kemas didalam gelen gelen yang disembunyikan berselimutkan tarpal. Semulanya tidak ada yang mengakui kepemilikan BBM yang tersembunyi tersebut. Berkat info dari masyarakat, diketahui, yang membawa BBM tersebut seseorang yang berinisial ‘R’. Saat ditanya wartawan, BBM tersebut menurutnya akan di bawa ke Sebele, Kecamatan Belat. ”Ah, Minyak itukan Cuma dibawa ke belat?!”. Ujar R kepada wartawan. Herannya, pasok BBM dari pulau Belat, yang seharusnya mengarah ke Kundur Utara, kenapa harus diambil di Kundur?.

Sdr R saat ditanya SITU kepemilikan kios BBM, R malah berdalih, BBM tersebut bukan miliknya. Paling hebatnya lagi, saudara yang berinisial R tersebut, coba untuk menyodorkan amplop kepada wartawan. Sepertinya hal ini sudah sangat terbiasa ia lakukan. Bayangkan. Jika seandainya semua mafia BBM melakukan hal demikian, sudah pasti permasalahan kelangkaan BBM, tidak akan pernah terjawab. (Dfd/Y)

End