mtq_kundur_utara_dengan_mtq_dapat_ciptakan_generasi_yang_qurani

Kundur News – TANJUNGBATU – Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) dinilai bisa menciptakan generasi Qurani. Denagan membaca Al Qur’an dan mengikuti kaidah-kaidah melafalkannya, apalagi dilantunkan dengan suara yang merdu dan penuh irama keindahan, bisa menyejukkan hati yang mendengarkannya.

“AlQuran adalah kitab suci, yang sarat dengan inspirasi dan motivasi, agar umat manusia memperluas wawasan, memperdalam ilmu pengetahuan, menyempurnakan akhlak pergaulan, serta menciptakan generasi-generasi rabbani nan qurani, yang handal dan berakhlakul karimah,” ungkap Bupati Karimun H. Aunur Rafiq pada pembukaan MTQ Kundur Utara, Kamis (10/3) kemarin.

Kepada peserta, Bupati mengharaokan agar MTQ ini bisa dijadikan ajang untuk mengasah dan meningkatkan ketrampilan baca dan menghafal Al Qur’an secara baik, benar dan penuh dengan keindahan serta mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Al Quran akan membawa manfaat bagi diri sendiri dan menjadi daya tarik bagi masyarakat lainnya untuk lebih mempelajari dan mendalami Al Quran.

“Dengan MTQ pula, syiar Islam yang penuh kedamaian dan keindahan diharapkan akan membumi,” kata Rafiq.

Sementara itu Camat Kundur Utara Ery Novaljadinata mengatakan dengan membaca Al Quran sekaligus memahami makna dari apa yang terkandung di dalamnya, akan memberikan pencerahan batin dan sekaligus membuka wawasan pemikiran tentang hakekat, makna dan tujuan kehidupan manusia di dunia ini.

Kecintaan pada Al Quran perlu terus ditanamkan pada genersi muda, karena mampu menjadi penyeimbang kecintaan mereka pada sains, teknologi maupun kemajuan duniawi lainnya. ”Menjadi tugas kita untuk menyelaraskan kehidupan duniawi dan spiritual generasi muda,” ajaknya.

Di satu sisi, tak dapat kita sangkal pentingnya generasi muda mengasah kecerdasan intelektual antara lain dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi demi menghadapi tantangan pembangunan terutama di masa mendatang. Namun demikian, kecerdasan spiritual juga menjadi bagian tak terpisahkan dalam diri manusia, yang harus dipelihara dan diasah sebaik – baiknya.

Sehingga alangkah baiknya jika kecerdasan intelektual generasi muda, kita dapat diimbangi secara selaras dengan kecerdasan spiritual.*