nasib_bayi_syibilia_saat_ini
foto : Ilustrasi Bayi (bukan syibilia)

Kundur News – KARIMUN – Syibilia, bayi malang yang dibuang di semak-semak pada pertengahan Desember lalu di Jalan A Yani Kelurahan Tanjunggbatu Kota Kecamatan Kundur sudah diadopsi. Proses adopsi bayi malang yang tidak diketahui siapa orang tua kandungnya itu telah dilakukan pada akhir Maret kemarin di Puskesmas Tanjungbatu.

BACA: Bayi Perempuan Ditemukan di Samping Madrasah Ibtidaiyah Negeri Tanjungbatu.

Sedangkan latar belakang kedua orang tua angkat Syibilia adalah sang ibu merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan sang ayah merupakan pengusaha. Kedua pasangan yang sudah menikah lebih dari lima tahun lalu itu sampai saat ini memang tak kunjung dikaruniai anak, sehingga memenuhi kriteria untuk dapat mengadopsi Syibilia.

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Karimun, Erwan Muharudin membenarkan proses adopsi Syibilia sang bayi malang yang dibuang dilakukan akhir Maret lalu di Puskemas Tanjungbatu, dengan disaksikan oleh Kepala Dinas Sosial, Panji Sasmita dan beberapa intansi lainnya termasuk kepolisian.

“Orang tuanya berasal dari Karimun dan penghasilannya cukup mapan. Dalam proses adopsinya juga diberkan perjanjian untuk tidak menelantarkan sang bocah malang,”ucap erwan, kemarin.

Sedangkan status anak negara yang disandang Syibilia kini sudah dicabut seiring diadopsi oleh warga Karimun. “Saya tidak ingat siapa nama dua orang tua angkatnya. Itu yang tahu Dinas Sosial,”kata Erwan.

Proses adopsi lanjut dia, memakan waktu yang cukup lama dan cukup banyak pasangan menikah yang ingin mengadopsi. Mulai dari pejabat pemkab, pejabat di DPRD maupun masyarakat biasa, yang jumlahnya hampir 20 pasangan. Namun dari sekian banyak ternyata hanya satu yang dinilai memenuhi kriteria. Sedangkan yang lainnya kebanyakan telah memiliki anak, bahkan ada yang punya anak lebih dari satu meski pendapatannya mencapai Rp30 juta per bulan tapi dari segi kriteria tidak dibenarkan karena telah memiliki anak.

Setelah diadopsi, orang tua angkat Syibilia akan dievaluasi hingga enam bulan kedepan. Bahkan untuk melihat perkembangan sang bayi, P2TP2A akan memantau secara sembunyi-sembunyi guna melihat kondisi real bagi keluarga angkatnya yang mengasuh Syibilia.
Proses adopsi yang berlangsung di Puskesmas Tanjungbatu itu pun membuat suasana menjadi tangis haru. Pasalnya para tim medis merasa sangat kehilangan karena selama empat bulan dirawat dan diasuh namun saat ini telah dibawa oleh orang tua angkat yang dinilai layak mengasuh Syibilia.

Sebelumnya, seorang bayi perempuan yang baru berusia sektiar satu hari ditemukan peternk di Kundur yang tengah mencari makan kambing, berlokasi di semak-semak samping Jalan A Yani pada 17 Desember tahun 2016. Tali pusar bayi tersebut masih menempel panjang dan sudah ditinggalkan berjam-jam lamanya beruntung nyawa sang bayi selamat dan tidak terjadi apa-apa.

Setelah dilaporkan ke pihak kepolisian, bayi tersebut diasuh oleh tim medis Puskesmas Tanjungbatu dan seorang bayi tersebut diberi nama Syibilia oleh seorang bidan puskesmas tersebut, hingga saat ini usia Syibilia diperkirakan sudah mencapai empat bulan lebih.*