kronologi-penemuan-serpihan-pesawat-airasia-di-pangkalanbun

 

Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya FH Bambang Soelistyo memastikan penemuan serpihan pesawat dan jenazah di peraian Pangkalanbun, Kalimantan Tengah adalah milik pesawat AirAsia QZ 8501.

Berikut kronologi penemuan serpihan dan jenazah di Pangkalanbun seperti dituturkan Soelistyo dalam jumpa pers di kantor pusat Basarnas, Kemayoran, Jakarta, Selasa (30/12):

1. Pesawat C-295 TNI AU A2906 menemukan benda berwarna putih pada pukul 08.00 WIB.

2. Pesawat Hercules C-130 TNI AU A1319 menemukan potongan logam pada pukul 11.30 WIB.

3. Pesawat Hercules C-130 menemukan emergency exit door dan bayangan seperti bentuk pesawat berwarna putih pada pukul 12.40 WIB.

4. KRI Bung Tomo melakukan pengecekan dan evakuasi pada 14.10 WIB.

Soelistyo mengatakan, proses pengecekan baru bisa dilakukan pada siang hari karena cuaca di lokasi pada pagi hari hujan dan berkabut.

 

11 Penyelam TNI AL diterjunkan cari korban pesawat AirAsia

kronologi-penemuan-serpihan-pesawat-airasia-di-pangkalanbun

 

Setelah menemukan serpihan pesawat AirAsia di perairan Pangkalanbun, tim SAR langsung menerjunkan penyelam. Sebanyak 11 penyelam dari TNI Angkatan Laut diterjunkan untuk mengecek serpihan-serpihan tersebut.

“Kedalaman laut yang berada di bawah serpihan ada 25 meter sampai 30 meter. Oleh karena itu penyelaman masih bisa kita manfaatkan untuk evakuasi,” kata Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo dalam keterangan persnya di Kantor Basarnas Jakarta, Selasa (30/12).

Penyelaman dilakukan secepatnya oleh penyelam terbaik TNI AL. “Kalau kedepan seandainya kita perlukan alat yang lebih modern untuk atasi maka saya akan lakukan langkah untuk meminjam alat,” ujarnya.

Serpihan-serpihan itu pertama ditemukan di 03.52,50 lintang selatan, 110.30,53 bujur timur. Serpihan kedua 03527,3 selatan dan 110,30,18 selatan. Serpihan ketiga 03.52,62 lintang selatan dan 110.29,39 bujur timur.

Serpihan itu ditemukan 110 mil dari Pangkalanbun. Posisinya diperkirakan ada pada radial 225 derajat.

 

Nelayan dengar ledakan dan lihat kepulan asap di Pangkalanbun

Salah satu seorang nelayan, Rahmat mendengar suara ledakan saat dirinya di tengah Laut Singgora, Kalimantan Tengah pada Minggu (28/12) sekitar pukul 09.00 WITA. Dia menduga ledakan itu berasal dari pesawat AirAsia QZ 8510 yang saat ini masih hilang.

“Waktu pukul itu saya mendengar ledakan di tengah Laut Singgora,” kata Rahmat saat ditemui Merdeka.com, di Pangkalan BUN, Kalimantan Tengah, Selasa, (30/12).

Setelah mendengar ledakan tersebut, dia melihat kabut menyerupai asap berwarna putih. Kala itu, dia sedang mencari udang dan ikan di Laut Singgora.

“Saya melihat kabut seperti asap. Itu saya lagi sedang mencari udang dan ikan,” kata warga Desa Kubu RT RW 1 Kecamatan Kumai ini.

Dia menceritakan, saat pulang ke rumahnya di Desa Kubu RT RW 1 Kecamatan Kumai, Kalimantan Tengah, melihat berita pesawat Air Asia QZ-8501 hilang di sekitar perairan Laut Jawa. Oleh sebab itu, dia menduga suara ledakan yang didengarnya tersebut merupakan pesawat AirAsia yang hilang.

“Lagi kerja di Laut di tepi Muara Kumai jam 7 pagi. Waktu pulang hari Senin malam melihat berita di televisi, saya menduga itu pesawat AirAsia,” katanya.

Dia menambahkan, kedatangannya ke Pangkalanbun dijemput salah satu petugas TNI AU untuk memastikan apakah ledakan yang didengarnya benar pesawat Air Asia. “Datang ke sini dijemput petugas Lanud TNI AU,” katanya.

AirAsia jatuh, sudah 6 Jenazah ditemukan di Pangkalanbun

Direktur Operasi Basarnas Marsekal Pertama TNI AU Supriadi mengatakan bahwa anggotanya telah menemukan 3 jenazah yang diduga penumpang AirAsia QZ 8501.

Penemuan itu ditemukan di titik radial 225 jarak 97 mil dari Pangkalanbun. “Evakuasi dari kantor Basarnas Banjarmasin memakai Helikopter Ois, dari hasil kegiatan di lokasi menemukan 3 mayat,” kata Supriadi di lokasi,

Selasa (30/12). Sementara itu dari laporan tim Basarnas lainnya sudah menemukan 6 jenazah di laut.

Namun belum diketahui jenis kelamin dari jenazah-jenazah tersebut. “Dari laporan lain Basarnas menemukan 6 mayat, tim lain tim helikopter puma,” ujarnya.

 

Sumber (merdeka.com) http://www.merdeka.com/peristiwa/airasia-jatuh-sudah-6-jenazah-ditemukan-di-pangkalanbun.html