Sejumlah-Masyarakat-Tanjungbatu-Resah,-Perjudian-Semakin-Marak
Ilustrasi Perjudian Biliard

Tanjungbatu – Tiga orang warga mengatasnamakan tokoh agama setempat mengeluh terhadap kegiatan perjudian yang berada di Tanjungbatu Kota Kecamatan Kundur. Menurutnya kegiatan yang melanggar norma agama itu tampak semakin marak, aparat berwajib seolah melakukan pembiaran.

“Boleh dikatakan hampir setiap malam, perjudian biliard dan dadu beroperasi didaerah itu, dan mereka beraktivitas layaknya pasar malam hingga ke pagi,” ujar salah seorang tokoh agama tersebut, yangmana mereka minta untuk dirahasiakan identitasnya. “Jangan masukan identitas kami, nanti kita di cari-cari sama mereka. Yang penting kita mau kondisi di Kundur ini tetap aman dan kondusif,” tegasnya, Jum’at (28/09/18).

Mereka juga mengatakan, maraknya perjudian salah satu pemicu meningkatnya aksi kejahatan yang ada di Kabupaten Karimun, oleh sebab itu kedatangan mereka ke media Kundur News, merupakan salah satu upaya dan peransertanya sebagai masyarakat dalam melakukan pencegahan.

BACA :  Polres Karimun Gerebek Judi Dadu di Samping Sekolah Avava

Pengakuan mereka juga menyebutkan, salah satu darinya juga telah melakukan kontak ke pihak Polda Kepri melaporkan hal tersebut, namun sampai saat ini belum ada jawaban yang pasti.

“Kita selama ini diam, tapi nampaknya sudah semakin menjadi-jadi. Dulu kami juga pernah adukan hal tersebut ke Polda Kepri melalui Kabid Humas Polda Kepri, Bapak Kombes Erlangga. Namun pesan yang kami antar melalui WhatsApp, tidak membuahkan hasil. Padahal pesan tersebut menunjukan indikator pesan sudah dibaca,” Kata mereka secara bergantian.

Mereka berharap, melalui pemberitaan ini mereka mendapat dukungan dari tokoh-tokoh agama dan todat lainnya di Kundur, sehingga tindakan penertiban dapat dilakukan secara bersamaan.

“Tempat kita ini masih kental lagi dengan budaya Melayunya. Kita tidak mau daerah kita dicemarkan dengan hal-hal seperti ini. Dengan tulisan ini biar yang lain juga sama-sama tahu, dan ikut merasakan apa yang selama ini kita rasa. Secara hukum Islam, kita sudah lepas dari subahat,” pungkasnya.*