Home Kepri Karimun

Tangis Gubernur Kepri Lepas Kepergian Sang Ibunda, Nurdin Ikut Turun ke Liang Lahat

KARIMUN – Gubernur Kepri Nurdin Basirun tak kuasa menahan sedih saat melepas usungan jenazah ibundanya, Nuriah usai diholatkan di Masjid Al Ikhlas Bukit Senang Kecamatan Karimun, yang sebelumnya diawali dengan ibadah sholat Jumat berjamaah, Jumat siang (10/8).

Ia pun tampak sempat ditenangkan oleh Wagub Kepri Isdianto dengan pengusap pundaknya beberapa kali. Setelah menyampaikan sambutan untuk dibawa ke peristirahatan terakhir, iring-iringan ambulan dan kendaraan para pelayat pun berjejer menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Petai Bukit Senang Kelurahan Tanjungbalai Kecamatan Karimun.

Nurdin tak ketinggalan ikut menurunkan jenazah ibundanya ke liang lahat bersama beberapa saudaranya. Setelah semua proses dilakukan, liang lahat pun ditutupi tanah. Nurdin juga ikut bersama mencangkul tanah, dengan pakaian kemeja putih yang belepotan tanah dan keringat bercucuran karena cuaca cukup terik, membuat Nurdin tak beranjak untuk turut serta mengikuti semua proses sampai selesai.

Terakhir dia ikut mendoakan bersama para ustadz yang memimpin doa dihadapan makam ibundannya dilanjutkan dengan menaburkan bunga dan menyiramkan air yang telah disiapkan. Hal itu diikuti para keluarga besarnya mulai dari anak cucu almarhumah, menantu dan keponakan. Tangis kesedihan tampak terpancar dari setiap sanak keluarga hingga prosesi pemakaman selesai dan tak banyak kata yang disampaikan, tepat pukul 14.25 WIB semua pelayat membubarkan diri termasuk Gubernur Kepri Nurdin Basirun. Tak sepatah kata pun yang ia ucapkan hanya menyalami para pelayat yang turut mendoakan alamrhumah ibunya. Setelah itu Nurdin masuk kedalam mobilnya dan pulang kerumah.

Salah seorang menantu Nuriah bernama Nyimas Novi Ujiani yang merupakan istri dari abang kandung Nurdin Basirun yakni Sabari Basirun menyebutkan sosok Nuriah merupakan mertua yang sangat baik bagi semua anak, menantu dan cucunya.

Menurut Novi, keluarga besarnya sanagt kehilangan sosok Nuriah yang selama ini menjadi panutan bagi semua sanak keluarga.

“Dia sebagai penyatu keluarga, makanya ketika ada jadwal rutin kami kumpul setiap bulan, almarhumah lah yang menanyakan satu persatu jika ada yang tak kelihatan. Jika ada anak, cucu, menantu dan cicit yang tak datang pasti ditanyainya,” ucap Novi.

Menurut Novi, tidak ada permintaan atau apapun yang disampaikan saat menjelang ajalnya tiba. Hanya saja, ketika dia merasa umurnya sudah tidak lama lagi, maka almarhumah ingin agar semua ke 14 anaknya berkumpul dan tidak berjauhan dari rumahnya.

“Alhamudlillah semua anaknya kumpul tidak ada yang jauh. Karena sudah kita wanti-wanti jika ada agenda keluar kota harus dipikirkan lagi. Alamrhumah sempat drop dalam tiga bulan terakhir dan dirawat di rumah sakit di Malaysia. Kami sangat kehilangan sosoknya. Apa lagi sebentar lagi mau lebaran Idul Adha, tentu sangat terasa sekali ketika tidak ada beliau,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas ESDM dan Sumberdaya Mineral Provinsi Kepri, Amjon yang turut hadir dalam prosesi pemakaman itu mengatakan, rombongan Pemprov Kepri terbagi tiga, pertama bersama Gubernur Kepri Nurdin Basirun tadi malam, Kamis (9/8) yang berangkat dari Batam seusai mengikuti kegiatan dan langsung ke Karimun.

Rombongan kedua dipimpin Sekda Provinsi Kepri, Arif Fadillah menggunakan kapal fery Dumai Ekspres dari Tanjungpinang pukul 06.00 WIB dan tiba di Karimun pukul 09.30 WIB. Lalu rombongan ketiga ada yang sudah kebetulan di Batam sehingga langsung menyeberang pada pagi Jumat menggunakan kapal reguler.

“Rencananya malam ini akan digelar pembacaan yasin bersama-sama dan berlangsung selama tiga malam berturut-turut. Kegiatan yasinan ini juga rencananya akan digelar pula di Gedung Daerah dan di rumah pribadi Gubernur Kepri. Sehingga ada tiga titik yang dilaksanakan malam nanti,” ucap mantan Kabag Humas Pemkab Karimun masa pemerintahan Nurdin Basirun sebagai Bupati Karimun ini.

Alamrhumah Nuriah meninggal dunia pada usia 84 tahun tepat pada Kamis malam (9/8) pukul 21.00 WIB di kediamannya, Gang Bhakti Bukit Senang Kelurahan Tanjungbalai Kecamatan Karimun. Dia meninggalkan 14 orang anak, 43 cucu dan 27 cicit.(*)

==========================