Belasan-Pedagang-Diamankan-Polres
Ilustrasi rusuh

Kundur News – KARIMUN – Bazar ramadhan di sekitar Pasar Puan Maimun Kecamatan Karimun diwarnai kerusuhan antar dua kubu, Selasa malam (6/6) sekitar pukul 22.30 WIB.

Kerusuhan tersebut disebabkan oleh seorang anak dari pedagang di bazar ramadan berkelahi dengan salah seorang anak pedagang di pasar, yang letaknya pada ujung sebelah barat Pasar Puan Maimun, atau berjarak sekitar 50 meter dari dalam Pasar.

Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Dwihatmoko Wiraseno mengatakan, setelah keduanya berkelahi, anak yang pedagang bazar samping Pasar Maimun pulang sambil menangis ke warungnya dan mengadu kepada abangnya.

“Karena sang abang tidak terima adiknya dipukuli, maka abangnya mengajak teman-temannya untuk mencari anak yang telah memukul adiknya tersebut. Kemudian karena melihat sejumlah remaja datang dengan gaya sok jagoan, maka para pedagang di Pasar ujung Puan Maimun pun tak terima. Mereka langsung menghajar para pemuda tersebut. Perkelahian ini melebar dan akhirnya melibatkan hampir semua Pedagang di Pasar,” ucap Dwihatmoko.

Akibat dari keributan itu, seorang pedagang bazar ramadhan bernama Herman terluka parah dan bersimbah dara, akibat terkena senjata tajam. Beruntung nyawanya dapat diselamatkan oleh Polisi yang cepat tiba di lokasi kejadian.

“Kedua kubu saling baku hantam menggunakan berbagai senjata, mulai dari kayu balok, parang, pisau bahkan ada yang membawa kampak,” ujarnya.

Aparat kepolisian pun mencoba menenangkan situasi dengan menembakkan peluru keudara, namun massa tak menggubris dan masih saling hantam. Perkelahian mulai reda setelah Polisi menembakan gas air mata dilokasi.

Dari peristiwa itu Polisi mengamankan belasan orang pedagang di bazar ramadhan berikut barang bukti berupa senjata tajam dan kayu balok. “Sudah kita amankan beberapa orang, tapi masih tahap mediasi,” katanya.*