20141019_171057

Kundur News.

Masyarakat Sei Ungar Utara, Kecamatan Kundur Utara, Tepatnya masyarakat yang bermukim di jalan Parit Alai, resah, pasalnya puluhan rumah dimana tempat mereka tinggal, tidak bisa menikmati air bersih yang telah diprogramkan pemerintah. Padahal program pemerintah, melalui program sanitasi air bersih yang menelan ratusan juta Rupiah ini, bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, dan hal ini mestinya bisa dinikmati secara merata. Tapi kenyataannya, hanya rumah rumah tertentu saja yang bisa tersalurkan. Hal ini membuat sebagaian masyarakat Parit Alai sangat merasa kecewa. Apalagi, permasalahan ini sudah bertahun tahun.

Atan, saat ditemui wartawan memaparkan rasa kekecewaannya terhadap keberadaan tangki dan pipia pipa air yang melintang didepan rumahnya, tapi sedikit air pun tidak bisa dinikmati. Hal ini sudahpun berkali kali dikeluhkan ke Kepala Desa setempat, tapi tidak kunjung mendapat respon sama sekali. “Lebih baik di pecahkan aja pipia pipa ini, tidak ada manfaatnya buat kita” ujar atan dengan nada marah kepada wartawan.

Kepala Desa Sei Ungar Utara Hasyim saat di konfirmasi melalui selurar, mengatakan jarak rumah dengan letaknya tangki saat ini sangat jauh, sehingga rumah yang jauh tidak terjangkau oleh air.

“Debit air tidak cukup, sehingga air tidak sempat mengalir ke rumah rumah yang lokasinya agak jauh” Ujar Hasyim20141019_171229 20141019_171143 20141019_171206

Hasil pantauan awak media ke lapangan, semestinya Kades bisa mencari solusi, untuk bagaimana mengatur pembagi air. Dan air bisa dinikmati bersama. Hal lain, keberadaan Tangki air bersih saat ini seolah sudah tidak terpelihara lagi, dengan kondisi sudah ditumbuhi semak belukar, dan hal ini tidak tertutup kemungkinan tangki tangki ataupun sumur dimana  sumber air tersebut, dimasuki hewan hewan liar. Program sanitasi kesehatan air bersih sudah dianggap asal asalan.

Diminta kepada Camat terkait, Untuk segera turun kelapangan mendengar segala keluhan masyarakat. Sehingga apapun program pemerintah bisa berjalan dan terpelihara.(Dfd)