Dalam Waktu Satu Bulan, Kebakaran Hutan di Sei Ungar Utara Capai 50 Hektare

Api memang sulit untuk dipadamkan, selain wilayahnya terlalu luas, api juga mejalar secara perlahan dari dalam gambut, sehingga tiba-tiba saja api bisa menyala dan membakar.

TanjungbatuKebakaran hutan yang terjadi di wilayah Sei Ungar Utara, Kecamatan Kundur Utara, disepanjang Maret 2018, saat ini api dikabarkan sudah mulai mereda. Setelah turunnya hujan beberapa hari ini serta kerjasama seluruh warga dan perangkat Desa dalam usaha memadamkan api, api sudah tidak ada lagi yang menyala, hanya menyisakan asap-asap yang menimbulkan kabut.

BACA:Tidak Memadai, Satu Mobil Damkar Untuk Se Pulau Kundur

Zaini, Kepala Desa Parit Siping mengatakan, jumlah lahan yang sudah dilahap oleh api pada musibah itu mencapai lebih kurang 50 Hektare. Sebahagian dari luas tersebut merupakan lahan perkebunan karet milik warga.

“Lebih kurang 50 hektare, dari total lahan yang terbakar, dan hampir separuh dari itu adalah lahan perkebunan warga, sedangkan sisanya lagi berupa hutan,” kata Zaini, Sabtu, (31/03).

Zaini mengaku sulitnya memadamkan api karena hampir keseluruh wilayah tersebut merupakan lahan gambut.

“Api memang sulit untuk dipadamkan, selain wilayahnya terlalu luas, api juga mejalar secara perlahan dari dalam gambut, sehingga tiba-tiba saja api bisa menyala dan membakar. Alhamdulillah, dengan kekompakan warga Desa yang terus saling membantu, sehingga kebakaran tidak terus meluas”, imbuh Kades yang ikut serta memadamkan api.

Kades SUU, Zaini, bersama warga desa, bergotong royong membuat parit
Kades SUU, Zaini, bersama warga desa, bergotong royong membuat parit.

Tidak tahu secara pasti awal terjadinya kebakaran tersebut. Salah satu warga Parit Alai, Sei Ungar Utara, Arof, mengaku saat ini warga terus berjaga-jaga terhadap lahan-lahan yang kiranya rawan terhadap api.

“Semua warga disini, terus berjaga-jaga, takut adanya titik api lagi. Apalagi Kepala Desa (Zaini), sampai malam-malam hari, terus kontrol, dan ikut memadamkan api,” kata Arof.

Dalam pantauan, saat ini warga terus menggali dan membuat parit-parit, dalam usaha mencegah api yang menjalar dari dalam gambut.*