Home Kepri Karimun

Masyarakat Nelayan Minta Polres Karimun Periksa Kades Sei Ungar Utara

Masyarakat-Nelayan-Minta-Polres-Karimun-Periksa-Kades-Sei-Ungar-Utara

Karimun – Masyarakat nelayan di Desa Sei Ungar Utara, minta aparat Polres Karimun periksa Kepala Desa Sei Ungar Utara, Zaini, dalam pengerjaan pembangunan jembatan wisata hutan mangrove di Parit Senang, Kecamatan Kundur, Karimun Kepulauan Riau.

Pembangunan jembatan yang dilakukannya dalam kondisi mengkhawatirkan, namun pihak desa terus saja melanjutkannya, hal itu tentu saja berpotensi akan ambruk dan memakan korban jiwa.

Pesan tersebut disampaikan oleh sejumlah masyarakat nelayan di Parit Alai, Sei Ungar Utara, Senin (12/11/2018).

“Kami minta kepada kepolisian untuk segera periksa, pihak desa dalam pengerjaan pembangunan jembatan Desa wisata hutan bakau, di Parit Senang. Paling tidak memberi peringatan kepada pihak desa, bahwa pembangunan yang mereka lakukan dalam kondisi sangat mengkhawatirkan,” Pinta sumber, yang diinisialkan P.

BACA :  Objek Wisata Hutan Mangrove Parit Senang, Berhasil Sedot Wisatawan Lokal

Dikataknnya juga, pembangunan yang dilakukan pihak Desa dalam pembangunan jembatan atau pelantar wisata hutan mangrove dalam kondisi yang bergoyang, karena diduga pengerjaannya asal jadi.

Kondisi pembangunan jembatan wisata mangrove di Parit Senang, Desa SUU, Kundur, Senin (12/11/2018).
Kondisi pembangunan jembatan wisata mangrove di Parit Senang, Desa SUU, Kundur, Senin (12/11/2018).

“Kami ini orang yang sering melaut, jadi tahu kekuatan sebuah jembatan. Baru dikerjakan aja sudah goyang, apalagi sudah bertahun nanti. Kami sangat khawatir hal itu akan memakan korban jiwa,” tambah sumber.

Sumber juga menyampaikan kekecewaannya kepada pihak desa terhadap pembangunan itu, dimana para pekerja tidak mendapatkan gaji yang layak.

“Anggaran pembangunan ratusan juta, gaji kawan-kawan semua macet, jadi mereka juga akan bekerja tidak seperti yang kita harapkan,” kata dia.

Kepala Desa Sei Ungar Utara, Zaini, dikonfirmasi pada sekitar tiga pekan yang lalu, juga berjanji kepada media Kundur News untuk melakukan pembenahan terhadap pembangunan pelantar wisata mangrove di desa tersebut. Jembatan bergoyang diduga karena menggunakan tiang utama yang berukuran kecil. Namun pada pantauan hari ini, pembangunan terus saja dilakukannya menggunakan kayu yang diduga asal-asalan.*