Ruang rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Anambas di kota Tarempa
Ruang rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Anambas di kota Tarempa

Anambas – Setelah banjir mulai surut yang meninggalkan lumpur-lumpur pada pasilitas umum dan pemerintahan, ruang rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Anambas di kota Tarempa, Senin (15/1/2018) pukul 00.30 WIB, mulai dibersihkan. Hampir seluruh anggota DPRD itu turun tangan ikut membersihkan lumpur-lumpur dan kotoran lainnya.

Ayub dari fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dapil II mengatakan, curah hujan yang terjadi pada malam kemarin cukup tinggi dan ditambah air pasang laut sehingga merendam kota Tarempa. Tanpa terkecuali kantor DPRD yang terletak di Jalan Imam Bonjol tergenang air setinggi 1 meter lebih.

“Kami menyaksikan langsung air yang banjir mengenangi kantor DPRD dan pemukiman warga di area sekitar. Kini para pegawai dewan sedang membersihkan gedung rakyat tersebut,” kata Ayub selaku anggota DPRD ketika dihubungi kepada wartawan, Senin (15/1/2018).

Menurutnya, air yang mengenangi ruang paripurna membuat terkejut para anggota DPRD lainnya, sebab belum pernah terjadi banjir separah ini. Ia juga menyampaikan bahwa ini akibat faktor cuaca yang sangat tidak kondusif.

Sementara itu Firman Edi dari fraksi Partai Bulan Bintang (PBB), menjelaskan, bahwa terkait transportasi angkutan laut saat ini mengalami kendala, kapal Pelni yang diharapkan gagal masuk ke pelabuhan Tarempa sesuai jadwalnya.

Padahal mereka ingin meninjau korban banjir dan longsor di Kecamatan Jemaja dan Jemaja Timur.

Ia mengaku, pihaknya bersama Pemda Anambas telah meminta bantuan kepada pihak perusahaan Migas untuk meminjam kapal tugboat milik perusahaan untuk menuju ke Jemaja.

Namun hingga saat ini pihaknya masih menunggu jawaban dari perusahaan tersebut, jika dibenarkan dan keadaan cuaca membaik Tim dari Kabuaten akan tiba di Jemaja dan Jemaja Timur.

BACA: Anambas Kembali Dilanda Banjir, Hingga Memakan Korban Jiwa

Pemkab juga telah membagikan tiga tim dalam penanganan bencana ini, sebagian di Kecamatan Siantan, Jemaja dan Jemaja Timur.

“Kita dari DPRD sangat prihatin terkait musibah ini dan hal ini kita tidak bisa menyalahkan pihak manapun dan musibah ini disebakan faktor alam dan keadaan cuaca tidak baik.