Camat Reteh, Inhil, Abdul Fany
Camat Reteh, Inhil, Abdul Fany

Inhil – Berbicara terkait infrastruktur yang ada di Kabupaten Inhil khusus di kecamatan Reteh tidak ada habisnya. Sampai saat ini kondisi jalan yang ada di kecamatan Reteh masih banyak yang berlubang, jembatan sudah rapuh dan pembangunan yang tidak selesai.

Seperti yang diketahui pembangunan jalan di wilayah Kecamatan Reteh yaitu ruas  jalan Pulau Kijang – Sanglar hingga saat ini tidak kunjung selesai.

Camat Reteh Abdul Fany saat dikonfirmasi melalui seluler nya mengatakan memasuki tahun 2022 jalan poros Pulau Kijang – Sanglar Kecamatan Reteh, Kabupaten Inhil akhirnya sudah dianggarkan kembali dan pelelangan juga sudah selesai. Infrastruktur yang ada di kecamatan Reteh ini merupakan problem lama yang pembangunannya tidak pernah selesai dan kontraktor nya yang selalu berhenti tiba-tiba.

“Alhamdulillah pembangunan jalan Ruas 6 Pulau Kijang – Sanglar ini kembali di anggar kan dan sudah ada pemenang lelang adalah Cv. Energi Gemilang. Setahu saya problem infrastruktur di kecamatan Reteh ini sudah lama sebelum saya menjadi Camat. Artinya pembangunan ruas jalan Pulau Kijang – Sanglar ini sudah 2 tahun tidak pernah selesai dan kontraktor nya juga selalu tidak menyelesaikan pengerjaan nya sehingga memberikan harapan tak pasti untuk masyarakat,” kata Fany, Ahad (10/04/22).

Mantap Camat Pelangiran itu menyebutkan masyarakat Reteh sebenarnya sudah kecewa karena pembangunan jalan ini tidak kunjung selesai. Dimana tahun ini mendapatkan pembangunan jalan sepanjang 2 kilo. Artinya masyarakat kembali diberikan harapan yang belum tentu bisa terealisasi.

“Sejak dulu jalan di kecamatan Reteh ini dianggarkan cuman kita juga tidak tau kenapa kontraktor nya tidak menyelesaikan nya. Apa bila pengerjaan ini tidak selesai yang terdampak dan rugi adalah masyarakat setempat karena tidak bisa menikmati jalan tersebut berbeda dengan pemerintah yang tidak memiliki kerugian karena berapa pun yang dikerjakan itulah yang dibayarkan. Untuk itu masyarakat sangat berharap kontraktor yang menang lelang agar benar-benar dan serius mengerjakan jalan ini jangan sampai membuat masyarakat kecewa yang sekian kalinya,” ucapnya.

Kemudian Abdul Fany yang juga mantan Sekretaris Dinas pendidikan ini menuturkan untuk tahun 2022 ini pekerjaan jalan Ruas 6 Pulau Kijang – Sanglar memang sudah tayang di website LPSE Inhil, dalam postingan tersebut tampak pagu anggaran sebesar Rp. 10.121.088.000,00 yang bersumber dari APBD.

“Dengan pagu anggaran yang sebesar dan pemenang lelang nya juga sudah ada, semoga bisa terealisasi dengan cepat dan serius dikerjakan. Sebab ini adalah angin segar atau harapan besar untuk merubah keadaan yang lebih baik, dan kami berkomitmen untuk mengawal proses anggaran tersebut sampai tuntas dilaksanakan. Jangan samapai seperti pembangunan pasar rakyat yang ada di jalan parit 2 Pulau Kijang hanya  berdiri 1 tiang. Dan ini hanya di kerjakan beberapa bulan saja yaitu sekitar 3 atau 4 bulan,” tuturnya.*