Demo BEM di DPRD Prov Kepri
Demo BEM di DPRD Prov Kepri

Tanjungpinang – Demo mahasiswa yang tergabung didalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Tanjungpinang, Bintan, di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau, membuat aparat Kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) tampak kewalahan. Benteng barisan petugas penjaga pintu masuk di kantor DPRD, roboh.

Dalam pantauan Kundur News, aksi demo mahasiswa tersebut semakin memanas, setelah sejumlah mahasiswa yang saling pukul dengan aparat kepolisian, sehingga satu mahasiswa, Irfan mengalami luka pada bagian kepala dan mengeluarkan darah.

BACA :  Sudah Dua Kali Kirim Surat Audensi BEM UMRAH Ditolak DPRD Kota Tanjungpinang

Sebanyak kurang lebih 500 mahasiswa terlibat dalam aksi unjuk rasa tersebut, meminta kepada anggota DPRD Provinsi kepri untuk dapat menyuarakan penolakan revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang dianggapnya melemahkan KPK.

Irasky Prayuda, sapaan Eky, salah satu perwakilan mahasiswa dari Kundur (HIMK), mengatakan, Mahasiswa menuntut untuk masuk ke ruang rapat DPRD Kepri untuk melihat langsung deklarasi yang dilakukan anggota DPRD dalam penolakan Undang-undang KPK. Sehingga aksi tolak menolak dengan aparat yang berjaga tak terelakan.

BACA :  Aksi Unjuk Rasa Di Kepri: Mahasiswa Di Hajar, Wartawan Di Geledah

“Kericuhan bermula dari perdebatan antara mahasiswa dengan Ketua DPRD Kepri Sementara, Lis Darmansyah, sehingga situasi memanas,” ujar Eky Senin (23/09/2019).

Sampai berita ini di terbitkan, mahasiswa masih mengerumuni kantor DPRD tersebut.*