Ket Foto:Ketua DPC PPP Kuansing, Sardiyono,A.Md
Ket Foto:Ketua DPC PPP Kuansing, Sardiyono,A.Md

KUANSING – Dukungan terhadap keputusan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Mardiono, memberhentikan Agus Suparmanto dari jabatan Wakil Ketua Umum dan Taj Yasin Maimoen dari posisi Sekretaris Jenderal terus mengalir dari daerah.

Kali ini, dukungan tegas datang dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Ketua DPC PPP Kuansing, Sardiyono, A.Md., menegaskan pihaknya mendukung penuh langkah Mardiono dalam melakukan evaluasi dan penataan kepengurusan di tingkat pusat.

Pernyataan dukungan tersebut disampaikan Sardiyono dalam keterangannya, Senin (2/11/2026). Ia menyebut langkah konsolidasi tersebut penting untuk menjaga soliditas, kedisiplinan, serta marwah partai berlambang Ka’bah.

“Kami kader di tingkat DPC PPP Kuansing mengawal kepemimpinan Ketua Umum Pak Mardiono demi kebaikan dan marwah partai,” ujar Sardiyono.

Menurutnya, keputusan pemberhentian kedua pengurus tersebut merupakan bagian dari mekanisme evaluasi internal organisasi. Langkah itu dinilai diperlukan agar seluruh jajaran pengurus dapat menjalankan tanggung jawab dan fungsi organisasi secara maksimal.

Sardiyono menjelaskan, evaluasi tersebut berkaitan dengan persoalan kedisiplinan serta minimnya keterlibatan aktif pengurus dalam sejumlah agenda penting partai.

Di antaranya Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I, Rakornas I dan II, Musyawarah Wilayah (Muswil), Musyawarah Cabang (Muscab), hingga berbagai rapat strategis di lingkungan DPP PPP.

“Selain itu, dalam sejumlah agenda eksternal, keduanya juga dinilai tidak pernah mewakili atau menghadiri kegiatan pemerintah ketika mendapat amanah dari DPP,” katanya.

Keputusan pemberhentian Agus Suparmanto dan Taj Yasin sebelumnya diumumkan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) III PPP Tahun 2026 yang digelar secara daring pada Selasa (27/10/2026).

Agenda tersebut menjadi bagian dari evaluasi dan restrukturisasi kepengurusan DPP PPP masa bakti 2025–2030.

Sardiyono berharap, langkah penataan kepengurusan ini mampu memperkuat konsolidasi internal partai, mulai dari tingkat pusat hingga daerah.

Ia juga mengajak seluruh kader PPP untuk tetap solid dan mendukung kepemimpinan yang sah, sehingga partai dapat lebih fokus menjalankan program organisasi serta mempersiapkan diri menghadapi agenda politik mendatang.

“Yang terpenting sekarang seluruh kader harus tetap solid, menjaga persatuan, dan bersama-sama membesarkan, dan PPP masuk ke Senayan 2029 mendatang,” tutupnya.

Previous articleSetahun Tak Aktif, DPC PPP Inhu Tegas Dukung Pemecatan Waketum dan Sekjen DPP