Gubernur-Kepri-Nurdin-Basirun

Tanjungbatu – Secara umum masyarakat di Kundur menilai, Dr. H.Nurdin Basirun, belum mampu menjadi seorang Gubernur untuk memimpin Provinsi di Kepulauan Riau. Hal itu menurut mereka menjadi salah satu penyebab kenapa semakin melemahnya perekonomian, khususnya perekonomian masyarakat di Kundur.

Ragam komentar tak sedap didengar itu, semakin menjadi-jadi setelah beredar foto Nurdin Basirun sedang menoreh getah, sementara petani karet semakin terjepit dengan harga terlalu rendah.

“Kita akui pak Nurdin memang dekat dengan masyarakat. Lihat aja fotonya, sedang noreh. Tapi kalau begitu-begitu aja untuk apa kalau harga karet tetap aja tak ada harga,” ujar salah satu warga di Tg Sari, Kundur, Sabtu (02/01/2019).

BACA :  Dinas Kelautan dan Perikanan Karimun Salurkan Bantuan Sampan ke Nelayan

Ketika kunjungan wakil gubernur kepri ke SMU 3 baru baru ini, juga menjadi perbincangan sejumlah warga di Sei Ungar. Mereka malah membandingkan kepemimpinan Alm M Sani yang jauh lebih baik dari Nurdin Basirun.

“Dulu zamannya Alm M Sani sekolah SMA mana ada bayar. Sekarang ini, kalau tak bayar, anak tak boleh ikut ujian,” ujar Hatan.

Saat ditanya kegiatan kunjungan wakil gubernur ke SMA 3, malah disambung putrinya pak Hatan dengan sebutkan kunjungan tak berguna.

Harga-Karet-di-Kundur-Turun

“Tak tau saya kunjungan apa. Tak guna jugalah kalau sekolah tetap aja bayar; ” ucap siswi SMA itu.

Htan juga bercerita anak saudaranya yang sudah berhenti kuliah karena tingginya bayaran semester di Universitas Raja Ali Haji (UMRAH).

BACA :  Nurdin Basirun Siap mundur.

“Anak abang saya berhenti kuliah di Tanjung pinang. Padahal sudah tengah jalan. Pasal tak mampu. Sejak zaman Nurdin inilah. Sekarang pergi masuk Malaysia, ” ucap Atan.

Banyak lagi komentar-komentar berbeda yang didapat awak media Kundur News, di lapangan, khususnya diwilayah Kundur. Mulai dari Disebut ‘tak pandai becakap’ dan bermacam komentar lainnya. * (bersambung..)

 

Bagi yang ingin ikut berkomentar sila inbox melalui fb masangger atau pesan wa Kundur News.

“Mengkritik bukan berarti kita benci, namun sebaliknya, keritik untuk dievaluasi”.