Rapat Koordinasi Pelaksanaan e-Learning di Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Rabu (3/1)
Rapat Koordinasi Pelaksanaan e-Learning di Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Rabu (3/1)

Denpasar – Pemerintah Provinsi Bali optimis untuk mengimplementasikan pendidikan berbasis teknologi atau E-learning untuk sekolah-sekolah menengah atas dan kejuruan. Segala persiapan telah dilakukan termasuk pendaftaran SMA/SMK yang sudah mendaftar, infrastruktur dan sistemnya. Sampai saat ini sudah sebanyak 333 penyelenggara, terdiri dari 10.008 kelas, 3.751 guru dan 13.449 siswa yang sudah bergabung dalam sistem kelas maya.

BACA: Gubernur Bali Akui Program Bali Mandara Belum Terealisasi Dengan Optimal

Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat memimpin Rapat Koordinasi Pelaksanaan e-Learning di Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Rabu (3/1), menilai rencana penerapan e-learning ini mendapat respon yang positif dari berbagai SMA dan SMK baik negeri maupun swasta di Bali. Sehingga rencana ini akan segera dilaksanakan. “Responnya positif sekali, saya kira tidak ada alasan untuk mundur atau berbelok,” kata Pastika.

Menyikapi beberapa permasalahan seperti infrastruktur internet di beberapa lokasi yang sampai saat masih terkendala, Pastika optimis kendala tersebut pasti bisa ditangani. Pihaknya akan membuka kerjasama dengan provider yang mampu mengatasi masalah tersebut, misalnya untuk pembangunan tower termasuk koneksinya, sedangkan lahan akan difasilitasi Pemprov Bali. “Jadi tidak ada alasan di wilayah Bali itu internetnya tidak ada,” ujar Pastika.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali, TIA Kusuma Wardhani mengungkapkan, penerapan e-learning di Provinsi Bali juga mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI menjadikan Bali sebagai permodelan kelas maya. Pembelajaran berbasis TIK bagi SMA dan SMK di Bali akan menggunakan branding ‘Jejak Bali’ yang merupakan akronim dari Jejaring Jelajah Kreatifitas Bali.

Jejaring mengandung makna komunitas SMA dan SMK yang menggunakan IT dalam pembelajaran melalui kelas maya. Jelajah mengandung makna bahwa siswa bisa bergabung ke kelas maya guru sekolah lainnya. Sedangkan kreatifitas mengandung makna guru harus memiliki kreatifitas yang tinggi untuk mengaktifkan kelas maya.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali, Nyoman Sujaya melaporkan secara teknis server milik Pemerintah Provinsi Bali yang akan digunakan sistem ini juga sudah siap diujicoba. Hanya saat ini perlu ada perbaikan pada sistem kelistrikan agar bisa lebih handal dalam pelayanannya.*