MUDP Bali Diminta Jaga Eksistensi Desa Pakraman

    Kundur News – Denpasar – Gubernur Bali Made Mangku Pastika meminta Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) Provinsi Bali untuk terus mengawal dan menjaga eksistensi desa pakraman. Apalagi desa pakraman menghadapi banyak tantangan di era globalisasi. Harapan tersebut disampaikan Pastika saat bertemu Bendesa Agung MUDP Bali Jero Gede Putus Suwena Upadesa di ruang kerjanya Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Senin (13/11).

    BACA: Wirausaha Muda Bali Didorong Kreatif Memajukan Pedesaan

    Menurut Pastika, desa pakraman harus terus dikawal agar eksistensinya sesuai dengan harapan masyarakat. Apalagi Pemerintah Provinsi Bali setiap tahun sudah mengucurkan anggaran hampir 1 trilyun untuk eksistensi Desa Pakraman. Keberadaan desa pakraman di Bali penting untuk menjaga ketertiban masyarakat. “Yang terpenting kita harus memastikan apa yang dilakukan desa pakraman jangan melanggar aturan,” ujar  Pastika yang juga berperan dalam pembentukan MUDP pada tahun 2004 lalu.

    Bendesa Agung MUDP Bali Jero Gede Suwena menyampaikan MUDP Bali sudah eksis selama tiga belas tahun mengawal keberadaan Desa Pakraman di Bali. Dalam rentang waktu tersebut banyak rintangan, gangguan dan tantangan yang dihadapi oleh MUDP Bali. “Terutama bagaimana Desa Pakraman menghadapi tantangan di era globalisasi,” ungkap Jero Gede Suwena

    Menurut rencana MUDP Bali akan menggelar Pesamuhan (Pertemuan) Agung MUDP Bali yang akan digelar Rabu (15/11) mendatang di Gedung Ksirarnawa, Art Center, Denpasar.Dalam pesamuhan agung kali ini, MUDP Bali mengangkat tema ‘Peningkatan Eksistensi Desa Pakraman dalam Menghadapi Tantangan Global’.

    Jero Gede Suwena mengungkapkan bahwa diperlukan penguatan terhadap implementasi Tri Hita Karana di Desa Pakraman. Oleh karena itu ia berharap Gubernur Bali Made Mangku Pastika bisa memberi masukan dan memberi kebijakan kepada desa pakraman dalam menghadapi tantangan ke depan.

    Ketua Panitia Pesamuhan Agung MUDP Bali, Dr. Luh Riniti Rahayu mengatakan kegiatan pesamuhan agung akan dihadiri kurang lebih 350 peserta yang berasal dari 274 orang Majelis Desa Pakraman baik di tingkat pusat, madya dan alit serta perwakilan organisasi masyarakat yang terkait.

    Ia menambahkan, karena banyaknya hal penting yang harus dibahas untuk memperkuat desa pakraman, acara sudah didahului dengan focus group dan puncaknya adalah kegiatan hari Rabu di Gedung Ksirarnawa.*