Pengurus dan pimpinan daerah Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) berfoto bersama usai Rapimnas dan HUT ke-9 SMSI di Jakarta.

JAKARTA – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-9 SMSI di Millennium Hotel Sirih Jakarta pada 6–7 Maret 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri pimpinan SMSI dari seluruh provinsi di Indonesia. Dalam forum itu, organisasi perusahaan pers siber terbesar di Tanah Air tersebut juga menyampaikan pernyataan sikap terkait Perjanjian Perdagangan Resiprokal atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat, khususnya pada sektor digital trade and technology.

Pernyataan sikap organisasi dibacakan oleh Sihono HT yang juga menjabat Ketua Dewan Penasihat SMSI Daerah Istimewa Yogyakarta. Pembacaan tersebut menjadi penutup rangkaian Rapimnas tahun ini.

Ketua Umum SMSI, Firdaus, mengatakan Rapimnas digelar untuk menyamakan persepsi seluruh pengurus SMSI di Indonesia sekaligus merumuskan langkah strategis menghadapi dinamika industri media digital.

“Rapimnas ini menjadi momentum bagi SMSI untuk memperkuat kontribusi organisasi terhadap bangsa dan negara,” ujar Firdaus usai penutupan Rapimnas, Sabtu (7/3/2026).

Menurutnya, kesepakatan ART antara Indonesia dan Amerika Serikat merupakan bagian dari dinamika geopolitik global yang perlu disikapi secara cermat dan adaptif, terutama dalam kaitannya dengan perkembangan platform digital.

Pernyataan sikap tersebut ditandatangani Firdaus bersama Sekretaris Jenderal Makali Kumar, dengan tim perumus yang dipimpin Sihono HT serta anggota Erris Julietta Napitupulu, Mahmud Matangara, dan Sokip.

Firdaus menjelaskan, sejak awal berdiri SMSI menjadi wadah bagi media siber startup dan media lokal yang banyak didirikan wartawan profesional, termasuk mereka yang terdampak pemutusan hubungan kerja dari perusahaan media besar.

“Tidak sedikit jurnalis berpengalaman yang akhirnya beralih profesi untuk bertahan hidup. Padahal kemampuan mereka sangat dibutuhkan untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, SMSI mendorong para jurnalis di daerah untuk tetap menyalurkan idealisme jurnalistik dengan membangun dan mengelola media sendiri.

Firdaus menambahkan, perjalanan SMSI selama sembilan tahun bukan tanpa tantangan. Sebagian besar anggota merupakan perusahaan pers startup dengan keterbatasan sumber daya manusia dan finansial sehingga membutuhkan strategi bersama agar mampu berkembang di tengah persaingan industri media digital.

“Rapimnas ini menjadi forum penting untuk merumuskan langkah bersama menghadapi tantangan industri sekaligus menentukan sikap organisasi terhadap isu strategis seperti ART,” pungkasnya. (*)

Previous articleПин Ап: Вывод денег без задержек для умных игроков